Koalisi Save Sagea Kembali Boikot PT MAI, Tuntut Hentikan Operasi Tambang
WEREINFO — WEDA UTARA | Mahasiswa bersama masyarakat Desa Sagea dan Desa Kiya, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, yang tergabung dalam Koalisi Save Sagea kembali menggelar aksi pemboikotan sementara terhadap aktivitas pertambangan di site PT Zong Hai Rare Metal Mining (PT MAI), Kamis (5/2/2026).
Aksi ini merupakan lanjutan dari protes serupa yang sebelumnya telah dilakukan pada Selasa (3/2/2026). Namun, Koalisi Save Sagea menilai belum ada kejelasan dan kepastian dari pihak perusahaan terkait tuntutan yang disampaikan, sehingga masyarakat kembali melakukan pemboikotan.
Dalam aksi tersebut, Koalisi Save Sagea menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta penghentian sementara seluruh aktivitas pertambangan PT MAI yang beroperasi di wilayah Desa Sagea.
Selain itu, mereka juga mendesak agar pihak perusahaan angkat kaki dari Desa Sagea dan Kiya karena dinilai tidak menyanggupi permintaan masyarakat terkait berita acara kesepakatan program community development (comdev) PT Zhonghai kepada desa setempat.
Koalisi Save Sagea juga meminta perusahaan untuk segera memperlihatkan izin operasional PT MAI serta memberikan kejelasan terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
“Kami minta perusahaan menanggapi tuntutan ini secara serius dan terbuka,” ujar Lasi, perwakilan Koalisi Save Sagea, kepada wartawan di lokasi aksi.
Sementara itu, perwakilan manajemen PT MAI, Maskum, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan tersebut dengan melakukan pembahasan internal.
“Untuk sementara kita jajaki dulu, nanti akan dilakukan diskusi dengan pihak pimpinan,” kata Maskum singkat.
Menanggapi pernyataan tersebut, Koalisi Save Sagea menegaskan tetap melakukan pemboikotan sementara terhadap seluruh aktivitas PT MAI hingga ada kejelasan dan realisasi atas tuntutan yang telah disampaikan.
( Nkess )
Editor : Mr.c

0 Komentar