Klarifikasi Bendahara Dinkes Terkait Pencurian di Moreala, Ini Fakta Jumlah dan Sumber Uang yang Hilang

 

WEREINFO — Weda, HALTENG | Menanggapi pemberitaan sebelumnya di Wereinfo.com, Bendahara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Halmahera Tengah, Nursan, memberikan klarifikasi terkait peristiwa pencurian yang terjadi di kompleks Moreala, Kecamatan Weda, Kamis (28/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIT.

Rumah milik Nursan dilaporkan dibobol orang tak dikenal saat dirinya sedang keluar rumah untuk menjemput anak di sekolah. Sebelum meninggalkan rumah, Nursan sempat mengingatkan suaminya agar memastikan seluruh pintu dan jendela dalam keadaan terkunci.

Namun sekitar pukul 10.00 WIT, suaminya mengabarkan bahwa pintu belakang rumah dalam kondisi terbuka, termasuk pintu kamar. Setibanya kembali di rumah, Nursan mendapati rumahnya telah dibobol dan sejumlah uang yang disimpan di dalam rumah raib digasak pelaku.

Peristiwa tersebut sontak menghebohkan warga sekitar. Sejumlah warga berdatangan ke lokasi setelah mengetahui rumah Bendahara Dinkes kemalingan.

Menanggapi informasi yang beredar di publik terkait jumlah uang yang hilang, Nursan menegaskan perlu adanya pelurusan agar tidak terjadi kesalahpahaman. 

Ia mengakui bahwa keterangan awal yang disampaikan bersifat spontan karena situasi saat itu berlangsung mendadak.

“Perlu saya luruskan secara rinci dan faktual mengenai jumlah serta sumber uang yang hilang,” ujar Nursan, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, uang persediaan (UP) Dinas Kesehatan yang tersedia sebenarnya berjumlah Rp250.000.000. Pada 23 Januari 2026, dilakukan penarikan sebesar Rp150.000.000. Dari jumlah tersebut, Rp50.000.000 langsung diserahkan kepada bagian Yankes Pelayanan, sehingga uang yang secara fisik disimpan di rumah hanya Rp100.000.000.

Lebih lanjut, Nursan menegaskan bahwa uang Rp100.000.000 tersebut tidak sepenuhnya merupakan dana dinas. Sebelumnya, sejumlah kebutuhan operasional kantor telah dibayarkan menggunakan uang pribadinya, seperti pembayaran listrik, jasa cleaning service, dan kebutuhan operasional lainnya.

“Total dana pribadi yang saya gunakan untuk menutupi kebutuhan operasional kantor hingga 1 Februari 2026 mencapai Rp123.865.000,” jelasnya.

Dengan demikian, dari total uang yang berada di rumah, dana milik Dinas Kesehatan yang tergabung hanya sekitar Rp26.000.000. Selebihnya merupakan uang titipan pihak lain serta uang pribadi.

Ia juga menyampaikan bahwa dana tersebut sudah diganti karena adanya kebutuhan operasional harian yang bersifat mendesak dan tidak dapat ditunda.

Nursan menegaskan, meskipun jumlah uang yang disebut-sebut mencapai sekitar Rp400.000.000, dana tersebut bukan seluruhnya merupakan uang kantor.

“Uang yang hilang merupakan gabungan dari dana dinas, uang titipan pihak lain, dan uang pribadi saya,” tegasnya.

Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan persepsi publik sekaligus menegaskan bahwa dana yang raib bukan murni dana Dinas Kesehatan, melainkan berasal dari beberapa sumber yang digunakan untuk kebutuhan operasional yang sah dan mendesak.

( Nkess )

Editor : Mr.c

0 Komentar