Dorong SDM Unggul, Pemda Halteng Perkuat Kolaborasi Strategis dengan UGM
WEREINFO — YOGYAKARTA | Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Tengah serta Kepala Bagian Organisasi Setda Halteng, melakukan audiensi dan kunjungan kerja ke Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (4/2/2026).
Rombongan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah diterima langsung oleh Kepala Subdirektorat Kerja Sama Dalam Negeri Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Johan Syafri Mahathir Ahmad, bersama sejumlah dosen pendamping. Audiensi berlangsung di Gedung Pusat UGM Lantai 2 Sayap Selatan, Bulaksumur, Yogyakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Ahlan Djumadil menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak UGM sekaligus memaparkan kondisi umum Kabupaten Halmahera Tengah, mulai dari karakteristik wilayah, pembangunan daerah, hingga program strategis pemerintah daerah.
“Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah saat ini telah menggratiskan pendidikan bagi anak-anak daerah kami, di mana pun mereka melanjutkan studi. Pemerintah daerah membiayai pendidikan hingga selesai atau wisuda sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Ahlan.
Ia juga mengungkapkan bahwa angka stunting di Halmahera Tengah terus mengalami penurunan, seiring dengan berbagai program dan insentif sosial yang diberikan pemerintah daerah kepada masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, Pemda Halteng menyatakan kesiapan menerima mahasiswa UGM untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Halmahera Tengah, termasuk Kecamatan Weda Selatan. Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang seluas-luasnya bagi kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat oleh civitas akademika UGM.
“Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi, khususnya dalam mendorong kemajuan pendidikan di Halmahera Tengah agar sejajar dengan daerah lain,” tambahnya.
Sekretaris Daerah Halmahera Tengah yang juga menjabat sebagai Ketua KAGAMA Halteng menindaklanjuti hasil pertemuan daring sebelumnya dengan UGM, khususnya terkait rencana penempatan mahasiswa KKN.
Fokus awal kerja sama diarahkan pada sektor perikanan, dengan penetapan beberapa wilayah sebagai lokasi pengembangan. Selain itu, Bupati Halmahera Tengah sebelumnya juga telah menyampaikan rencana pengembangan kawasan industri peternakan di daerah.
Terkait pengembangan sumber daya manusia, Pemda Halteng mendorong terwujudnya nota kesepahaman (MoU) atau kerja sama resmi dengan UGM, termasuk peluang bagi putra-putri Halmahera Tengah untuk menempuh pendidikan di UGM melalui skema kerja sama daerah.
“Kami optimis anak-anak Halteng mampu bersaing dan lolos di UGM. Harapan kami, tahun ini sudah ada yang bisa melanjutkan studi di sini,” ungkap Wakil Bupati.
Menanggapi hal tersebut, pihak UGM menyatakan merespons positif berbagai usulan dan inisiatif dari Pemda Halteng.
UGM juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah melakukan pembimbingan terhadap tenaga medis, termasuk seorang dokter mata yang kini bertugas di Kota Ternate.
UGM memaparkan sejumlah bidang yang berpotensi dikolaborasikan melalui program afirmasi daerah, antara lain peternakan, perikanan, keperawatan, dan gizi. Sementara untuk bidang kedokteran, pihak universitas akan melakukan koordinasi lanjutan.
Program afirmasi ini diprioritaskan bagi daerah yang membutuhkan, dengan mekanisme penerimaan mahasiswa terlebih dahulu sebelum dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama (PKS).
Terkait pelaksanaan KKN, UGM berharap mahasiswa yang ditempatkan di Halmahera Tengah dapat memberikan kontribusi nyata melalui program-program pemberdayaan masyarakat yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Sebagai langkah persiapan pendidikan, pihak UGM juga menyarankan pelaksanaan forum sosialisasi daring (Zoom) yang melibatkan siswa-siswi SMA di Halmahera Tengah, khususnya calon mahasiswa jalur afirmasi yang dibiayai oleh pemerintah daerah. Forum ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai program studi di UGM sebelum tahapan pendaftaran dimulai.
Menariknya, UGM juga berencana mengangkat bahasa lokal Halmahera Tengah, khususnya Bahasa Patani, agar dikenal di tingkat internasional. Fakultas Filsafat UGM mendorong penguatan pemahaman budaya lokal sebagai upaya pelestarian nilai-nilai budaya secara berkelanjutan, terutama di Halmahera Tengah yang kini berkembang pesat sebagai kawasan pertambangan dengan masuknya banyak tenaga kerja dari luar daerah.
Di akhir pertemuan, pihak UGM menyampaikan komitmen untuk mengupayakan percepatan proses MoU kerja sama dengan Pemda Halteng. Terkait mahasiswa yang dibiayai oleh pemerintah daerah, UGM juga menekankan pentingnya perjanjian awal agar setelah lulus nantinya dapat kembali mengabdi dan bertugas di Kabupaten Halmahera Tengah.
Audiensi ini diharapkan menjadi tonggak awal terbangunnya sinergi berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dan Universitas Gadjah Mada dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
( Nkess )
Editor : Mr.c

0 Komentar