Pengendalian Harga Berhasil, Halteng Catat Inflasi Terendah se-Indonesia

 

WEREINFO — Halmahera Tengah, 24 November 2025 | Kabupaten Halmahera Tengah kembali menorehkan prestasi nasional dalam upaya pengendalian stabilitas harga. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Halmahera Tengah menempati posisi pertama sebagai daerah dengan inflasi terendah secara nasional pada Oktober 2025, yakni –0,19 persen, sekaligus menjadi satu-satunya kabupaten dengan inflasi negatif dari 150 daerah sampel IHK.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menyampaikan bahwa inflasi nasional secara year-on-year (YoY) pada periode yang sama berada di angka 2,86 persen. Meski masih berada dalam rentang target nasional 1,5–3,5 persen, ia mengingatkan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga emas perhiasan dan sejumlah komoditas pangan yang dapat memberikan tekanan inflasi ke depan.

Capaian Halmahera Tengah mendapatkan apresiasi Kemendagri sebagai bukti keberhasilan daerah dalam menerapkan langkah konkret, terukur, dan responsif dalam menjaga stabilitas harga di tengah fluktuasi komoditas nasional.

Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil konsolidasi kebijakan dan penguatan koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sejak awal tahun.

“Sejak Januari 2025, kami memandu TPID bekerja berbasis data, memastikan intervensi tepat sasaran, dan menjaga daya beli masyarakat. Pengendalian inflasi bukan hanya soal angka, tetapi tentang menjaga stabilitas dan ketenangan hidup warga,” ujarnya.

Pemerintah daerah mengimplementasikan berbagai strategi terintegrasi, seperti pemantauan harga dan stok secara berkala, pelaksanaan operasi pasar murah untuk komoditas strategis, inspeksi distribusi guna mencegah penahanan pasokan, serta kerja sama lintas daerah untuk memastikan kelancaran distribusi pangan. Selain itu, gerakan menanam dan dukungan transportasi dari APBD turut dilaksanakan selaras dengan enam langkah konkret pengendalian inflasi yang dievaluasi secara rutin oleh Kemendagri.

Bupati Ikram menambahkan bahwa capaian ini memberikan dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi masyarakat, terutama menjelang akhir tahun.

“Fokus kami tetap sama: harga stabil, pasokan aman, masyarakat tenang,” tegasnya.

Rakor pengendalian inflasi tersebut turut dihadiri oleh Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti; Dirjen Perumahan Perdesaan Kementerian PUPR, Imran; Direktur Pengawasan Standardisasi dan Mutu Pangan Bapanas, Hermawan; serta Plt. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Telisa Aulia Falianty.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi bersama TPID, BUMD pangan, distributor, serta kementerian terkait guna menjaga keberlanjutan tren positif dan memastikan inflasi tetap terkendali pada periode selanjutnya.

( M. Safri Yusuf )

Editor : Mr.c

0 Komentar