Ads

SekdaKa Ita Abang Aral Kadis Naker Ul Dewan

Kritik Program GenRe; Anomali Di Tengah Arus Pembangunan Generasi Emas 2045

Fakta memilukan mencuat dari gelaran Pemilihan Duta GenRe (PILDUGEN) 2025 tingkat Provinsi Maluku Utara. Di tengah semangat remaja dari berbagai penjuru daerah yang berkompetisi untuk mewakili aspirasi generasi muda, Halmahera Tengah justru mencatat rekor kelam: nol perwakilan resmi. Yang ada hanyalah inisiatif pribadi seorang individu yang nekat maju atas nama sendiri tanpa dukungan, tanpa rekomendasi, dan tanpa rekognisi dari pemerintah daerah yang seharusnya menjadi wali generasi. Ajang bergengsi tersebut telah menjadi penantian panjang selama setahun sekali oleh seluruh remaja di Indonesia dengan harapan menjadi remaja yang akan berkarir dan mengembangkan potensi diri sebagai remaja yang proaktif (atau sebut saja istilah kerennya yaitu Genrengers Indonesia). 

Untuk diketahui bersama Pemilihan DUTA GenRe dan Pembentukan Forum GenRe adalah 2 kegiatan yang pada pelaksanaan programnya secara item harus terpisah. Sehingga keseriusan dan implementasi kegiatannya sesuai dengan sasaran yang dituju, artinya target program kegiatan serta tujuannya bisa dinyatakan relevan karena sesuai dengan planning kegiatan tersebut. Pemberian nama pada pembentukan Forum GenRe tersebut juga harus sesuai dengan kegiatan yang dimaksud yakni di daerah atau provinsi Maluku Utara semisalnya Forum GenRe Indonesia diberi nama ( Forum GenRe Indonesia provinsi Maluku Utara ) yang menjadi panduan atau pelopor disetiap kabupaten atau kota di provinsi lebih khususnya di provinsi Maluku Utara.

Pada kabupaten atau kota, misalnya di Halmahera Tengah diberi nama ( FORUM GENRE INDONESIA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH ). Wadah tersebut bekerjasama dengan dinas terkait yang mengelola program GenRe agar turut serta menjalankan program secara integrasi. Remaja yang terlibat pada program GenRe (Generasi Berencana) juga dapat meningkatkan kreativitasnya sebagai remaja GenRe yang inovatif, dapat berinteraksi dan menyampaikan ide dan gagasannya hingga di berbagai kelompok dimana remaja GenRe tersebut bernaung atau disebut PIK-R (Pusat informasi dan Konseling Remaja) yang dibentuk disetiap sekolah-sekolah bahkan seorang remaja GenRengers dapat berbagi informasi di berbagai lini maupun banyak orang disetiap lembaga atau organisasi melalui wadah yang sangat baik tersebut.

Program yang dikenal dapat merangkul setiap remaja di seluruh Indonesia hingga daerah maupun kabupaten/ kota, kini menjadi catatan penting kepada pihak berwajib yang mengelola program GenRe yaitu dinas terkait di Halmahera Tengah. Dikarenakan dinas terkait dianggap tidak bertanggung jawab untuk mengawal program GenRe. Hal tersebut dilihat dari pelaksanaan dilapangan hingga pada saat ini (tahun 2025) tidak merekomendasikan salah satu remaja, ataupun utusan ke ajang pemilihan duta GenRe ke tingkat provinsi yang sedang berlanjut proses seleksi yaitu pada tahap subtantif (seleksi tahap II) PILDUGEN tingkat provinsi Maluku Utara 2025. Telah terkonfirmasi juga yang mewakili Halmahera Tengah pada PILDUGEN tahun ini adalah inisiatif pribadi. 

Jika hal tersebut dari dinas terkait menganggap biasa-biasa saja, tetapi bagi remaja yang terlibat dan sudah pasti merasa akan pentingnya secara dini mendapatkan banyak informasi tentang program GenRe dan secara langsung bersentuhan dengan program unggulan tersebut. Bahkan menjadi suatu keharusan dimana remaja atau anak muda agar berproses sehingga dapat menunjang keterampilan remaja, baik secara  akademik maupun non akademik. Oleh Kementerian BKBN secara jelas dan tegas memberikan instruksi serta mejadikan program GenRe sebagai program unggulan pada dinas BKKBN Pusat maupun Daerah dan Kabupaten khususnya pada tingkat remaja. Namun ironinya di kabupaten Halmahera Tengah dan beberapa tahun kebelakang tidak ada satu pihak terutama dari dinas terkait, menghiraukan hal tersebut dan bisa dianggap gagal dalam pelaksanaan program GenRe di Halmahera Tengah.

Maka sudah saatnya, para pemangku kebijakan di daerah Halmahera Tengah, khususnya para pejabat daerah agar segera mengevaluasi dan mengambil keputusan agar kepala dinas pada dinas terkait yang menaungi program GenRe di kabupaten Halmahera Tengah di soroti secara serius bahkan sudah saatnya di berhentikan dari jabatannya. Mengingat hasil telaah pada pelaksanaannya, program GenRe di Kabupaten Halmahera menjadi prihatin karena tidak mengalami kemajuan bahkan mengalami kemunduran yang sangat signifikan. Seperti yang diketahui bersama di kabupaten Halmahera Tengah salah satu daerah yang sangat rentang terhadap penyakit menular. Olehnya itu kepada pemerintah daerah Halmahera Tengah dapat mengambil keputusan secara cepat demi melindungi generasi muda yang akan datang sebagai penerus bangsa khususnya remaja di daerah Halmahera Tengah menjadi generasi muda yang sehat dan cerdas. 

Menuju generasi emas 2045, seyogianya pemda setempat harusnya membuat gebrakan baru untuk menunjang keterampilan dan meningkatkan remaja dan anak muda yang produktivitas, dimana remaja dan anak muda sudah saatnya di berikan educasi menjadi remaja yang mempraktekkan hidup bersih dan sehat serta bebas dari resiko penyakit menular yang saat ini di kabupaten Halmahera Tengah juga menjadi catatan penting dalam melakukan proses pencegahan. Untuk menyukseskan program GenRe tersebut sudah pasti remaja menjadi generasi muda yang turut andil dalam proses perencanaan program agar lebih dini diberikan sentuhan atau pemahaman terhindar dari perilaku penyimpangan yaitu seks bebas, seks pra-nikah, maupun penggunaan obat-obatan terlarang (Napza) ataupun hal-hal yang tidak dinginkan bersama.

Sebagai anak muda yang pernah terlibat pada ajang PILDUGEN (Pemilihan Duta GenRe) tersebut, menawarkan solusi kepada Pemda kabupaten Halmahera Tengah menyangkut tentang pengelolaan program GenRe. Bahwasannya dinas terkait, terutama kepada kepala dinas P2KB/ P3A Halmahera Tengah, menyangkut pelaksanaan program GenRe harus dievaluasi pada setiap pelaksanaannya. Yakni pada setiap 2 bulan berjalan hingga triwulan sampai pada pelaksanaan program 1 tahun berjalan. Selain itu, merangkum setiap kendala yang terjadi pada pelaksanaan dilapangan dengan mengadakan ''Rapat Koordinasi seluruh pembina PIK Remaja dan Pengurus'' agar menjadi catatan penting dan cita-cita bersama yaitu mensukseskan program GenRe di kabupaten Halmahera Tengah.

Weda, 01 Desember 2025

Oleh : Hasrin Rahman, Amd., Kep

0 Komentar