Breaking News

Shalat Gaib untuk Aba Acim, Halteng Mengenang Sang Arsitek

WEREINFO — Weda, (15/08/26) | Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah bersama masyarakat Kota Weda menggelar shalat gaib untuk almarhum Ir. H.M. Al Yasin Ali, M.MT., atau yang akrab disapa Aba Acim, di Masjid Raya Kota Weda, Sabtu malam.


Shalat gaib tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan duka masyarakat Halmahera Tengah atas berpulangnya mantan Bupati Halmahera Tengah dua periode tersebut di Makassar.


Masjid Raya Kota Weda dipenuhi jamaah. Wakil Bupati Halmahera Tengah Ahlan Djumadil, Sekretaris Daerah Bahri Sudirman, para pimpinan Perangkat Daerah (PD), anggota DPRD Halteng serta masyarakat umum tampak memenuhi shaf salat.


Shalat gaib dipimpin Ustaz Kamil, yang dikenal sebagai salah satu sahabat dekat almarhum.


Usai shalat, Ustaz Kamil menyampaikan tausiah singkat tentang perjalanan dan pengabdian Aba Acim bagi Halmahera Tengah. Ia mengenang sosok almarhum sebagai pemimpin yang memiliki kegigihan dalam membangun daerah, terutama pada masa awal ketika Weda masih jauh dari kondisi seperti sekarang.


Menurut Ustaz Kamil, perjuangan membangun Weda sebagai ibu kota Kabupaten Halmahera Tengah bukanlah sesuatu yang mudah.


Pada masa awal, Weda masih memiliki keterbatasan infrastruktur. Kondisi jalan yang masih terbatas, bahkan hanya terdapat sekitar dua ruas jalan utama dengan kondisi yang becek, membuat tidak sedikit orang meragukan Weda dapat berkembang menjadi pusat pemerintahan kabupaten.


Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan perjuangan Aba Acim.


Dari keterbatasan itulah, menurut Ustaz Kamil, pembangunan Weda mulai dipersiapkan dan dikembangkan secara bertahap hingga menjadi pusat pemerintahan seperti yang dikenal masyarakat saat ini.


“Weda yang kita lihat hari ini tidak lahir begitu saja. Ada perjuangan dan kegigihan orang-orang yang percaya bahwa daerah ini bisa berkembang,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam tausiah tersebut.


Ustaz Kamil juga menyampaikan permohonan atas nama keluarga besar almarhum kepada seluruh masyarakat Halmahera Tengah agar memaafkan Aba Acim apabila selama hidupnya pernah melakukan kesalahan, baik dalam hubungan pribadi maupun selama menjalankan tugas dan pengabdiannya.


“Jika ada kesalahan almarhum selama hidup, kami atas nama keluarga memohon agar dimaafkan,” tutup Ustad Kamil dalam suasana penuh haru.


Wakil Bupati Halmahera Tengah yang hadir dalam kegiatan tersebut turut menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya Aba Acim.


Ia mengaku memiliki pengalaman langsung dengan almarhum karena pernah menjadi anggota DPRD Halmahera Tengah pada masa kepemimpinan Aba Acim.


Dari perjalanan tersebut, banyak pelajaran yang diperolehnya, terutama mengenai kegigihan membangun daerah dan keberanian memperjuangkan kemajuan Halmahera Tengah, meski pada awalnya menghadapi berbagai keterbatasan dan keraguan.


Menurutnya, kepergian Aba Acim sangat wajar dirasakan sebagai kehilangan oleh berbagai lapisan masyarakat.


Sebab, almarhum tidak hanya pernah memegang jabatan sebagai kepala daerah, tetapi juga meninggalkan jejak dalam perjalanan pembangunan Halmahera Tengah.


“Kepribadian dan upaya almarhum untuk Halmahera Tengah sangat luar biasa. Karena itu, sangat wajar jika seluruh masyarakat merasa kehilangan,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan Wakil Bupati.


Aba Acim telah berpulang namun, Weda yang dahulu hanya memiliki sedikit jalan, berlumpur dan diragukan untuk menjadi ibu kota kabupaten, kini telah tumbuh menjadi kota pemerintahan Halmahera Tengah.


Di balik perubahan itu, ada sejarah perjuangan yang tidak boleh dilupakan. dan malam tadi, masyarakat Weda mengenang salah satu orang yang pernah berada di dalam perjuangan tersebut bukan dengan kemeriahan, tetapi dengan salat, doa, dan air mata.


Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan almarhum, menerima seluruh amal ibadah dan pengabdiannya, melapangkan kuburnya, serta menempatkan Aba Acim di tempat terbaik di sisi-Nya.

(Mr.c)