Catatan Singkat Biografi Sahdin Safi:
Di sebuah rumah sederhana di Weda, puluhan tahun silam, lahirlah seorang anak laki-laki yang kelak dipercaya memimpin sebuah desa. Ia adalah Sahdin Safi, lahir pada 11 September 1994, anak bungsu dari 10 bersaudara.
Masa kecil Sahdin tidak jauh dari kehidupan masyarakat pesisir. Ayahnya, Safi Sopak (Alm), menggantungkan hidup sebagai nelayan, sementara sang ibu, Amma Muhammad, bekerja sebagai petani. Dari kedua orang tuanya, Sahdin belajar bahwa rezeki hanya datang melalui kerja keras, kesabaran, dan kejujuran. Laut dan kebun menjadi ruang belajar pertamanya tentang arti perjuangan.
Di tengah keterbatasan, semangat untuk menempuh pendidikan tidak pernah surut. Ia memulai pendidikan di SD Negeri 1 Weda, kemudian melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Weda dan Madrasah Aliyah Negeri Weda. Setelah menamatkan pendidikan menengah, Sahdin merantau ke Ternate untuk menempuh pendidikan di Universitas Khairun. Di kampus itulah ia memilih Program Studi Ilmu Perikanan dan berhasil meraih gelar Sarjana pada tahun 2018.
Namun, perjalanan Sahdin tidak hanya diisi dengan aktivitas akademik. Semasa menjadi mahasiswa, ia aktif berorganisasi dan dipercaya memimpin Ikatan Pelajar Mahasiswa Were (IPMW) sebagai ketua pada periode 2015–2017. Amanah tersebut menjadi titik awal lahirnya jiwa kepemimpinan yang terus ditempa melalui berbagai kegiatan sosial, diskusi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Bagi Sahdin, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan tentang kesiapan untuk mendengar, melayani, dan mencari solusi bagi masyarakat. Nilai-nilai itulah yang ia bawa hingga akhirnya mendapat kepercayaan dari warga untuk memimpin Desa Nurweda.
Hari ini, 13 Agustus 2026, perjalanan panjang itu memasuki babak baru. Anak bungsu dari keluarga nelayan dan petani tersebut resmi dilantik sebagai Kepala Desa Nurweda, Kecamatan Weda. Pelantikan ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi harapan baru bagi masyarakat yang menginginkan desa terus berkembang dengan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat.
Dengan bekal pendidikan, pengalaman organisasi, dan pemahaman terhadap kehidupan masyarakat desa, Sahdin mengemban amanah untuk membawa Nurweda menuju masa depan yang lebih maju. Baginya, membangun desa bukan hanya tentang menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membangun kepercayaan, memperkuat kebersamaan, dan membuka peluang bagi generasi muda agar berani bermimpi serta mengabdi untuk tanah kelahirannya.
"Saya tidak bisa bekerja sendiri. Membangun Nurweda membutuhkan kebersamaan, gotong royong, serta keterlibatan seluruh masyarakat, terutama generasi muda. Saya ingin mereka percaya bahwa desa juga memiliki masa depan yang besar untuk dibangun bersama," ujar Sahdin.
Kini, langkah pengabdian itu dimulai. Dari seorang anak kampung yang tumbuh dengan kesederhanaan, Sahdin Safi membuktikan bahwa kerja keras, pendidikan, dan kepercayaan masyarakat mampu mengantarkan seseorang menjadi pemimpin bagi desanya sendiri.
"Saya berharap kepemimpinan ini menjadi awal lahirnya pemerintahan desa yang terbuka, melayani, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh warga. Insyaallah, saya akan bekerja dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab untuk Nurweda yang lebih baik," tutup Sahdin.
(Nkess)
