WEREINFO — WEDA | Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menerima kunjungan Inspektur Jenderal Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, Dr. Yusep Fatria, S.IP., M.Si., CGAE, CGRE, bersama tim, dalam rangka monitoring penyelenggaraan program transmigrasi di Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Waleh SP.3, Kabupaten Halmahera Tengah, Rabu (19/8/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Halmahera Tengah. Dr. Yusep Fatria bersama tim diterima langsung Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Halmahera Tengah Fauzan Anshari serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara.
Bupati Ikram Malan Sangadji menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan monitoring yang dilakukan Kementerian Transmigrasi. Menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap kawasan transmigrasi di Halmahera Tengah penting untuk memastikan program yang telah berjalan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami menyambut baik kunjungan dari Kementerian Transmigrasi. Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk melihat kembali apa yang sudah dilakukan, apa yang masih menjadi kekurangan, dan apa yang perlu kita dorong bersama ke depan,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah siap memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dalam pengembangan kawasan transmigrasi.
“Kita ingin kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga tumbuh menjadi kawasan yang produktif, masyarakatnya mandiri, ekonominya bergerak, dan fasilitas dasarnya terus kita tingkatkan. Karena itu, sinergi antara pusat dan daerah sangat penting,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Halmahera Tengah, Fauzan Anshari, mengatakan monitoring tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kondisi dan perkembangan program transmigrasi, khususnya di UPT Waleh SP.3.
Menurut Fauzan, pemerintah daerah akan menyampaikan berbagai kondisi faktual di lapangan, termasuk kebutuhan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi ekonomi kawasan, serta aspek lain yang berkaitan dengan keberlanjutan program transmigrasi.
“Monitoring ini sangat penting bagi kami di daerah. Kita ingin memastikan program transmigrasi benar-benar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Jadi bukan hanya pembangunan fisik, tetapi bagaimana kawasan ini bisa berkembang dan masyarakatnya memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan,” jelas Fauzan.
Pemerintah daerah berharap hasil monitoring dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan program transmigrasi di Halmahera Tengah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di kawasan transmigrasi.
(Nkess)
