Breaking News

Informasi DLH dan IWIP Berbeda soal Kebakaran Ban Bekas di Kawasan Industri


 

WEREINFO — HALMAHERA TENGAH, | Informasi mengenai insiden kebakaran di area pengelolaan limbah ban bekas di kawasan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, pada Senin (31/8/2026), berbeda antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemda Halmahera Tengah dan pihak perusahaan.


Kepala DLH Pemda Halmahera Tengah, Rivani A. Rajak, sebelumnya menyampaikan bahwa berdasarkan penjelasan dari bagian Enviro Perusahaan, aktivitas yang terlihat di lokasi berkaitan dengan proses pirolisis, bukan pembakaran sampah secara terbuka.


“Informasi yang kami terima dari Enviro, ini terkait proses pirolisis, bukan pembakaran sampah. Dan pukul 07.00 WIT tadi, aktivitas tersebut sudah dipadamkan oleh pihak eksternal,” kata Rivani seperti dilansir sejumlah media pada Senin pagi.


Pirolisis merupakan proses pengolahan material melalui pemanasan dalam kondisi tanpa atau dengan kadar oksigen yang sangat terbatas. Pada pengolahan ban bekas, proses tersebut dapat menghasilkan minyak hasil pirolisis, karbon, serta material baja.


Namun, keterangan tersebut berbeda dengan rilis resmi PT IWIP yang tidak secara spesifik menyebut ada aktifitas Pirolisis.


Dalam rilisnya, PT IWIP menyebut pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 02.30 WIT telah terjadi kebakaran di area pengelolaan limbah ban bekas yang berada di dalam kawasan industri IWIP.


Perusahaan mengakui adanya asap yang ditimbulkan dari insiden tersebut dan menyatakan terus melakukan upaya pengendalian kebakaran, pemantauan kondisi di sekitar lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan.


“Untuk memastikan penyebab kebakaran, pihak Perusahaan telah melakukan investigasi awal sekaligus juga mengundang keterlibatan pihak kepolisian untuk membantu identifikasi penyebab-penyebab kejadian, termasuk keterlibatan pihak di luar Perusahaan dalam insiden ini,” demikian keterangan PT IWIP dalam rilis resminya.


Sementara itu, saat media ini kembali mengonfirmasi kepada Kepala DLH Halteng terkait informasi awal mengenai aktivitas pirolisis tersebut, Rivani belum memberikan penjelasan lebih lanjut.


Ia justru mengarahkan wartawan untuk menghubungi salah satu pejabat DLH yang disebut sedang berada di lokasi.


“Kabid Hasan yang sementara ada di lapangan, jadi nanti konfirmasi langsung Pak Kabid biar diketahui kondisi ter-update di lapangan,” balas Rivani melalui pesan WhatsApp.


Media ini kemudian mencoba menghubungi staf/pejabat DLH yang disebut berada di lokasi untuk mendapatkan informasi terkini terkait kondisi dan aktivitas di lapangan. 


Melalui Sambungan telepon, Hasan Soleman, Staf DLH  yang sedang berada di lokasi kebakaran mengatakan hingga (Senin, 31/8) malam ini proses pemadaman masih terus dilakukan oleh pihak perusahaan. Katanya setelah semua aman dan api benar-benar padam baru akan dilakukan investigasi menyebab kebakaran.  Ketika ditanyakan terkait aktifitas Pirolisis, Hasan mengatakan hal itu belum bisa dipastikan.


"Saat ini perusahaan masih sibuk melakukan pemadaman, jadi ini kami dari dinas datang ke lokasi menunggu semuanya selesai baru dilakukan investigasi penyebab kabakaran. Nanti saya infokan selanjutnya", ungkapnya.


Perbedaan informasi awal ini membuat publik mempertanyakan apakah kebakaran tersebut berkaitan dengan aktivitas pengolahan ban bekas melalui proses pirolisis atau disebabkan faktor lain.


Karena itu, kepastian mengenai aktivitas yang berlangsung sebelum kebakaran, penyebab munculnya api, serta apakah terdapat kaitan dengan proses pirolisis masih menunggu hasil investigasi dan keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.

(Nkess)