Breaking News

Cogoipa Jadi Magnet Karnaval Budaya Rakernas VII JKPI di Ternate


 

WEREINFO — TERNATE | Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) turut ambil bagian dalam Karnaval Budaya rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Ternate, 26–30 Agustus 2026.


Mengusung misi mempromosikan kekayaan budaya lokal yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Kebudayaan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Sanggar Kabata menampilkan sejumlah atraksi seni budaya khas daerah.


Tiga sajian utama ditampilkan sepanjang rute karnaval, yakni Cogoipa, Tarian Lala Kene-Kene, dan Tarian Lalayon. Dari ketiganya, atraksi Cogoipa menjadi salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian penonton.


Dengan gerakan yang dinamis dan filosofi budaya yang kuat, Cogoipa sukses menghidupkan suasana karnaval. Ribuan penonton yang memadati sepanjang jalur memberikan sambutan meriah hingga delegasi Halmahera Tengah mencapai garis finis.


Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Halmahera Tengah, M. Taher Mujuddin, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat Kota Ternate terhadap penampilan delegasi daerahnya.


"Halmahera Tengah turut serta sebagai peserta Karnaval Budaya dalam rangka Rakernas VII JKPI di Ternate. Kami membawa misi besar untuk mempromosikan warisan budaya tak benda Indonesia yang kami miliki," ujar Taher.


Menurutnya, kolaborasi antara Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Sanggar Kabata menjadi bagian penting dalam menyukseskan penampilan Halmahera Tengah.


"Sambutan dan dukungan dari ribuan penonton sepanjang jalan hingga titik finis sungguh di luar dugaan. Mereka sangat meriah, dan itu menjadi energi positif bagi kami untuk terus melestarikan budaya," katanya.


Dorong Weda Masuk JKPI


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Halmahera Tengah, Subhan Somola, turut menghadiri rangkaian Rakernas JKPI bersama Kepala Dinas Kebudayaan M. Taher Mujuddin.


Di sela kegiatan Heritage City Tour bersama peserta JKPI, Subhan menilai Rakernas JKPI tidak sekadar menjadi ruang pelestarian dan perayaan budaya, tetapi juga momentum strategis bagi daerah untuk memperkenalkan potensi wisata, sejarah, dan kekayaan budaya kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.


Menurutnya, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif untuk terlibat langsung sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari penyelenggaraan event budaya berskala nasional.


"Event seperti ini memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk ikut berpartisipasi dan merasakan dampak ekonomi dari kegiatan yang berskala nasional," kata Subhan.


Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Dinas Kebudayaan akan melakukan penjajakan agar Kota Weda dapat diusulkan menjadi salah satu anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia.


Subhan menilai Halmahera Tengah memiliki sejarah dan karakter budaya yang khas dan layak diperkenalkan secara lebih luas. Selain Cogoipa, terdapat Fanten dan berbagai kekayaan budaya lokal lainnya yang berpotensi dikembangkan berdampingan dengan wisata alam dan bahari.


"Halmahera Tengah memiliki sejarah dan karakteristik budaya yang khas. Ini dapat menjadi kekuatan untuk dipromosikan, selain potensi wisata alam dan wisata bahari yang ada saat ini," ujarnya.


Tarian Topeng Cogoipa Tutup Karnaval


Pada malam penutupan rangkaian Rakernas VII JKPI, delegasi Halmahera Tengah kembali tampil dalam Karnaval Budaya.


Sanggar Kabata binaan Arman Alting menyuguhkan Tarian Kene-Kene dan Tarian Topeng Cogoipa. Penampilan tersebut hadir berdampingan dengan beragam atraksi seni budaya dari daerah peserta lainnya, termasuk Kota Ternate sebagai tuan rumah, Banjarmasin, Palembang, Baubau, Aceh, Halmahera Barat, dan sejumlah daerah lainnya.


Karnaval Budaya penutupan dimulai dari kawasan Taman Fitnes dan berakhir di depan Keraton Kesultanan Ternate.


Keikutsertaan Halmahera Tengah dalam rangkaian Rakernas VII JKPI menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal, serta membuka peluang promosi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah di tingkat nasional.

(Nkess)