Breaking News

Cegah Karhutla Sejak Dini, Bupati Ikram Pimpin Apel Siaga Bersama Polres dan Forkopimda Halteng

 

WEREINFO — WEDA | Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah bersama Polres Halmahera Tengah menggelar Apel Siaga Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Mako Polres Halmahera Tengah, Senin (3/8/2026), menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan.


Apel dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, dan dihadiri Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto, Wakapolres Kompol Hefrizon, Pasi Ops Kodim 1512/Weda Lettu Inf. Salim Kapitanhitu, Kasatpol PP Halmahera Tengah Yanto Kunup, jajaran pejabat utama Polres, perwakilan Kejaksaan, PT IWIP, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait lainnya.


Peserta apel terdiri atas personel Polres Halmahera Tengah, TNI, Brimob, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, Security PT IWIP, serta unsur gabungan lainnya yang menjadi garda terdepan dalam penanggulangan Karhutla.


Dalam amanatnya, Bupati Ikram Malan Sangadji menegaskan bahwa apel siaga ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk pengecekan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.


Menurutnya, Halmahera Tengah memiliki kawasan hutan dan lahan yang cukup luas sehingga membutuhkan kewaspadaan tinggi, terutama saat memasuki musim kemarau. Berdasarkan prediksi BMKG dan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, potensi terjadinya Karhutla diperkirakan meningkat sehingga seluruh pihak harus memperkuat langkah pencegahan secara terpadu.


Bupati meminta seluruh instansi terkait untuk mengedepankan deteksi dini, melakukan pemetaan wilayah rawan Karhutla secara berkelanjutan, memastikan kesiapan personel beserta sarana dan prasarana pendukung, serta meningkatkan simulasi penanggulangan kebakaran sebagai bagian dari edukasi dan pelatihan.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Pemerintah Daerah, dunia usaha, hingga masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan Karhutla yang cepat, tepat, dan efektif.


"Seluruh personel diharapkan menjalankan tugas kemanusiaan secara profesional, humanis, dan penuh empati sehingga kehadiran aparat benar-benar memberikan rasa aman, melindungi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," tegasnya.


Sementara itu, Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh seluruh upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, TNI, BPBD, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat.


Menurut Kapolres, kesiapsiagaan yang dibangun sejak dini menjadi kunci utama dalam menekan risiko kebakaran hutan dan lahan, sehingga potensi bencana dapat dicegah sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.


"Kami berharap sinergi yang telah terbangun ini mampu memperkuat langkah-langkah pencegahan sehingga keamanan, keselamatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Halmahera Tengah tetap terjaga," ujarnya.


Apel siaga berlangsung tertib dan lancar, diawali dengan persiapan pasukan, penghormatan kepada pimpinan apel, laporan Komandan Apel, penyampaian amanat, pembacaan doa, hingga penutupan kegiatan.

(Nkess)