WEREINFO — WEDA | Bupati Halmahera Tengah (Halteng), Ikram Malan Sangaji, menerima kunjungan Perkumpulan Mahasiswa Pencinta Alam Institut Pertanian Bogor (LAWALATA IPB) di Ruang Rapat Bupati, Selasa (18/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Ikram didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halteng, Rivani Abdurradjak, beserta jajaran.
Pertemuan itu menjadi momentum bagi tim LAWALATA IPB untuk memaparkan hasil kajian yang sebelumnya dilakukan di Kawasan Karst Sagea, melalui kegiatan bertajuk “Kajian Konektivitas Hidrologi dan Karakteristik Gua pada Sistem Sungai Bawah Tanah di Kawasan Karst Sagea, Halmahera Tengah.”
Kajian tersebut menghasilkan informasi dasar (baseline) mengenai sistem hidrologi bawah tanah dan karakteristik ekologis Kawasan Karst Sagea. Informasi ini dinilai penting sebagai landasan ilmiah dalam mendukung pengelolaan dan upaya konservasi kawasan karst di masa mendatang.
Dalam pelaksanaannya, tim LAWALATA IPB menggunakan tiga pendekatan utama, yakni eksplorasi dan pemetaan gua, pelacakan aliran sungai bawah tanah, serta inventarisasi keanekaragaman hayati gua.
Eksplorasi dan pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi jaringan lorong serta karakteristik morfologi gua. Sementara pelacakan aliran sungai bawah tanah dilakukan untuk mengetahui konektivitas sistem sungai bawah tanah dan daerah imbuhan air dengan metode fluorescent dye tracing.
Adapun inventarisasi keanekaragaman hayati dilakukan dengan mendokumentasikan fauna yang ditemukan di dalam sistem gua sebagai informasi dasar bagi kepentingan konservasi.
Dari ekspedisi tersebut, tim berhasil mengeksplorasi dua gua dengan total lorong yang dipetakan mencapai sekitar 800 meter. Selain itu, tim berhasil melacak satu sungai bawah tanah, menetapkan satu titik pemantauan hidrologi, serta mencatat dan mendokumentasikan tujuh jenis fauna gua.
Bupati Ikram menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan riset yang dilakukan mahasiswa LAWALATA IPB. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi akademisi dalam memperkuat pengetahuan dan upaya pelestarian kawasan karst yang memiliki nilai ekologis penting bagi Halteng.
Dukungan tersebut juga sejalan dengan posisi Ikram yang menjabat sebagai Ketua Harian Ikatan Alumni IPB Maluku Utara.
Ia berharap hasil kajian tersebut dapat menjadi salah satu referensi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan lingkungan, khususnya terkait perlindungan kawasan karst dan sumber daya air bawah tanah di Sagea.
Kawasan Karst Sagea dinilai memiliki kekayaan alam yang tidak hanya penting dari sisi ekologis, tetapi juga menyimpan potensi ilmiah yang perlu terus dikaji dan dijaga keberlanjutannya. Dengan dukungan riset dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, serta masyarakat, kawasan tersebut diharapkan dapat dikelola secara berkelanjutan tanpa mengabaikan fungsi ekologisnya.
(Nkess)
