Breaking News

Atasi Ketimpangan Guru, Disdik Halteng Siapkan Reposisi Tenaga Pendidik

 

WEREINFO — Weda, Halmahera Tengah | Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Tengah akan melakukan penataan kembali distribusi tenaga pendidik di sejumlah sekolah guna mengatasi ketimpangan jumlah guru dengan kebutuhan riil di lapangan.


Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Tengah, Muksin Ibrahim, mengatakan masih terdapat sejumlah sekolah yang memiliki jumlah guru tidak sebanding dengan jumlah siswa. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian guru tidak dapat memenuhi beban jam mengajar sesuai ketentuan, sementara di sekolah lain justru masih mengalami kekurangan tenaga pendidik.


Untuk itu, pada Senin (3/8/2026), Dinas Pendidikan telah mengumpulkan para guru yang terdampak guna bertemu langsung dengan Bupati Halmahera Tengah. Pertemuan tersebut bertujuan meminta arahan sekaligus dukungan terhadap rencana penataan ulang penugasan guru di seluruh kecamatan.


"Kami melakukan pendataan kembali agar penempatan guru benar-benar sesuai dengan kebutuhan di setiap sekolah. Penataan ini didasarkan pada rasio jumlah guru dan jumlah siswa sehingga distribusi tenaga pendidik menjadi lebih merata," ujar Muksin.


Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan masih ada guru yang ditempatkan di sekolah dengan jumlah siswa yang sedikit sehingga beban jam mengajarnya tidak terpenuhi. Sebaliknya, terdapat sekolah yang justru membutuhkan tambahan guru.


Karena itu, pihaknya akan segera menyusun pemetaan ulang kebutuhan tenaga pendidik sebagai dasar reposisi penugasan guru. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pemerataan pelayanan pendidikan sekaligus meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar di seluruh sekolah di Kabupaten Halmahera Tengah.


Muksin menambahkan, Bupati Halmahera Tengah telah memberikan arahan agar Dinas Pendidikan segera menyelesaikan pemetaan kebutuhan guru dan menyiapkan penugasan baru sesuai kondisi masing-masing sekolah.


"Dengan penataan ini, sekolah yang mengalami kekurangan guru akan segera terpenuhi kebutuhannya, sementara guru yang selama ini menumpuk di sekolah tertentu dapat dialihkan ke sekolah yang lebih membutuhkan," pungkasnya.

(Nkess)