Breaking News

Bertemu Ketua DPRD, PKBM Were Mandiri Dorong Program Literasi Dan Akses Pendidikan Kesetaraan

 

WEREINFO — WEDA | Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, Zulkifli Bayan, menerima kunjungan silaturahmi jajaran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Were Mandiri di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang diskusi mengenai penguatan program pendidikan nonformal, peningkatan literasi, serta pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Halmahera Tengah.


Rombongan PKBM Were Mandiri dipimpin langsung oleh Ketua PKBM, Bakir Usman, bersama jajaran pengurus. Dalam kesempatan itu, PKBM memaparkan sejumlah program strategis yang diharapkan mendapat dukungan dari DPRD sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.


Salah satu program yang menjadi fokus pembahasan adalah Gerakan Literasi Halmahera Tengah melalui pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Program tersebut dirancang untuk menekan angka putus sekolah sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah agar memperoleh ijazah yang setara dengan pendidikan formal.


Dalam pemaparannya, PKBM Were Mandiri menargetkan pelaksanaan program di seluruh wilayah Halmahera Tengah yang mencakup 61 desa definitif dan 11 desa persiapan atau sebanyak 72 desa. Setiap desa direncanakan mengikutsertakan sedikitnya 10 warga dalam program pendidikan kesetaraan, sehingga dalam satu tahun diharapkan sekitar 720 warga dapat mengikuti Paket A, B, maupun C.


Apabila program tersebut berjalan secara berkelanjutan selama lima tahun, diperkirakan lebih dari 3.500 warga akan memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan. Capaian itu diyakini mampu menurunkan angka putus sekolah secara signifikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Halmahera Tengah.


Selain pendidikan kesetaraan, PKBM Were Mandiri juga mempresentasikan program peningkatan kapasitas keterampilan dan kemampuan bahasa asing melalui program "Weda Go To Pare". Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan bahasa Inggris kepada generasi muda Halmahera Tengah dengan mengadopsi pola pembelajaran yang berkembang di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sehingga peserta memiliki daya saing yang lebih baik di dunia kerja maupun pendidikan.


Ketua DPRD Halmahera Tengah, Zulkifli Bayan, mengapresiasi inisiatif PKBM Were Mandiri dalam menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.


"Program yang diusulkan PKBM Were Mandiri sangat positif karena sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan adalah investasi jangka panjang, sehingga program pendidikan kesetaraan maupun peningkatan kemampuan bahasa asing perlu mendapat perhatian dan dukungan bersama," ujar Zulkifli.


Menurutnya, DPRD akan mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar program-program pendidikan nonformal dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Sementara itu, Ketua PKBM Were Mandiri, Bakir Usman, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan membangun kolaborasi dengan DPRD agar program pendidikan masyarakat dapat menjangkau seluruh desa di Halmahera Tengah.


"Kami ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat Halmahera Tengah yang kehilangan kesempatan memperoleh ijazah hanya karena pernah putus sekolah. Melalui pendidikan kesetaraan dan program peningkatan keterampilan seperti Weda Go To Pare, kami berharap masyarakat memiliki bekal pendidikan dan kompetensi yang lebih baik sehingga mampu bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," kata Bakir.


Ia berharap dukungan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dapat memperkuat pelaksanaan berbagai program PKBM Were Mandiri demi terwujudnya masyarakat Halmahera Tengah yang lebih cerdas, produktif, dan berdaya saing.

(Nkess)