Breaking News

Merasa Atlet Dirugikan, Bupati Halteng Layangkan Protes di Arena Pencak Silat

 


WEREINFO — TOBELO, 10 Juni 2026 | Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, melayangkan protes keras terhadap dugaan ketidakadilan dalam pertandingan cabang olahraga pencak silat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara 2026 yang berlangsung di GOR Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (13/6/2026).


Protes tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Ikram saat menyaksikan pertandingan yang mempertemukan atlet Kabupaten Halmahera Tengah dengan atlet tuan rumah Kabupaten Halmahera Utara. Kehadiran Bupati Halmahera Tengah di Tobelo sendiri dalam rangka menghadiri agenda penutupan Porprov Maluku Utara 2026.


Dalam pertandingan tersebut, Ikram menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses penilaian yang berpotensi merugikan atlet Halmahera Tengah. Sebagai pembina prestasi olahraga daerah, ia mengaku merasa perlu menyampaikan keberatan secara langsung kepada wasit dan pengawas pertandingan.


“Saya melihat ada kejanggalan dalam pertandingan ini. Bahkan saat sikap salam sebelum kontak fisik terjadi, nilai dari tuan rumah sudah berubah. Ini yang menjadi pertanyaan besar bagi kami. Karena itu kami melakukan protes terhadap penilaian juri dan wasit yang dianggap tidak adil,” ujar Ikram.


Menurutnya, beberapa teknik dan gerakan yang diperagakan atlet Halmahera Tengah tidak memperoleh penilaian sebagaimana mestinya. Ia menyayangkan perjuangan para atlet yang telah menjalani latihan dan pertandingan dengan maksimal, namun harus menerima hasil yang dinilai tidak mencerminkan jalannya pertandingan.


Beredarnya video pertandingan di media sosial, lanjut Ikram, semakin memperkuat perhatian publik terhadap dugaan ketidakprofesionalan dalam proses penilaian pertandingan tersebut. Ia menegaskan bahwa olahraga harus menjunjung tinggi prinsip sportivitas, kejujuran, dan keadilan.


“Olahraga harus menjunjung tinggi sportivitas dan keadilan. Jangan sampai semangat atlet untuk berprestasi hilang karena adanya intervensi atau penilaian yang tidak objektif,” tegasnya.


Ikram berharap evaluasi menyeluruh dapat dilakukan terhadap penyelenggaraan pertandingan agar kejadian serupa tidak terulang pada ajang olahraga berikutnya. Menurutnya, kompetisi yang sehat dan adil merupakan fondasi utama dalam pembinaan atlet daerah.


“Kalau kita ingin memajukan olahraga Maluku Utara, maka pertandingan harus berjalan adil dan sportif. Kasihan atlet-atlet yang sudah berjuang keras tetapi merasa dirugikan oleh hasil pertandingan,” pungkasnya.


Protes yang disampaikan Bupati Halmahera Tengah tersebut menjadi sorotan dalam pelaksanaan Porprov Maluku Utara 2026 dan memicu perhatian berbagai pihak terhadap pentingnya profesionalisme serta objektivitas perangkat pertandingan demi menjaga marwah olahraga dan kepercayaan para atlet.

(Nkess)