WEREINFO — PATANI BARAT | Front Solidaritas Warga Banemo Melawan kembali menggelar aksi unjuk rasa dan blokade jalan pada Rabu (20/5/2026), sebagai bentuk desakan kepada aparat kepolisian agar segera mengungkap kasus pembunuhan mantan Kepala Desa Bobane Jaya, almarhum Ustadz Ali Daud.
Aksi dimulai dari titik kumpul di Pasar Bobane Jaya sekitar pukul 08.40 WIT. Massa kemudian bergerak menuju Desa Bobane Indah, sebelum melanjutkan orasi di Lapangan Voli Banemo sekitar pukul 10.00 WIT.
Setelah itu, massa aksi berkumpul di depan SMP Negeri 6 Patani Barat sambil menunggu konsolidasi sebelum bergerak menuju Kantor Kecamatan Patani Barat. Namun, sekitar pukul 10.39 WIT, massa kembali menuju titik blokade di jalur Bobane Remdi dan melanjutkan aksi penutupan jalan pada pukul 10.45 WIT.
Dalam orasinya, salah satu peserta aksi, Rustam, menegaskan agar Kepolisian Republik Indonesia lebih terbuka dalam menyampaikan perkembangan penyelidikan kasus pembunuhan yang terjadi pada 2 April 2026 lalu.
“Sudah 48 hari sejak kasus pembunuhan itu terjadi, tetapi pelakunya belum juga diungkap,” ujar Rustam saat menyampaikan orasi.
Diketahui, almarhum Ustadz Ali Daud ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di area kebunnya di wilayah Bobane Jaya.
Aksi blokade jalan berlangsung hingga pukul 17.37 WIT. Massa aksi kemudian melakukan rembuk bersama pemerintah Kecamatan Patani Barat dan perwakilan desa, yakni Desa Banemo, Bobane Jaya, Bobane Remdi, dan Bobane Indah.
Dalam pertemuan itu, warga meminta kehadiran Pemerintah Daerah Halmahera Tengah dan pihak kepolisian untuk memberikan penjelasan terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
Namun hingga aksi berakhir, belum ada perwakilan pemerintah daerah maupun kepolisian yang hadir menemui massa aksi.
Sekitar pukul 17.45 WIT, pihak Kecamatan Patani Barat melalui Yunus Wele menyampaikan hasil koordinasi dengan Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil. Dalam koordinasi tersebut, Wakil Bupati dijadwalkan akan menemui massa aksi di Kantor Kecamatan Patani Barat pada Kamis (21/5/2026).
Koordinator aksi, Aslan Sarifudin, berharap pemerintah daerah dan pihak kepolisian dapat hadir di tengah masyarakat untuk menjawab tuntutan warga.
“Kami sudah tiga kali melakukan aksi di Patani Barat. Harapan kami, pemerintah daerah dan kepolisian segera memberikan kepastian dan mengungkap pelaku pembunuhan,” kata Aslan.
(Nkess)
