Breaking News

Musda I FSP KEP SPSI Maluku Utara Sukses Digelar, Aswar Salim Resmi Terpilih Sebagai Ketua PD

 

WEREINFO — ​TERNATE | Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP KEP SPSI) Provinsi Maluku Utara sukses menggelar Musyawarah Daerah Pertama (Musda I) di Kota Ternate, Senin (25/5/2026).


Musda perdana ini mengusung tema “Momentum Konsolidasi dan Penguatan FSP KEP SPSI Provinsi Maluku Utara dalam Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan Pekerja.” Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur organisasi serta memperkokoh soliditas perjuangan pekerja di sektor kimia, energi, dan pertambangan di Maluku Utara.


Salah satu agenda utama dalam Musda I adalah pemilihan pimpinan daerah. Melalui proses musyawarah yang berlangsung demokratis, Aswar Salim, S.IP resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) SP KEP SPSI Provinsi Maluku Utara.


Terpilihnya Aswar diharapkan mampu membawa semangat baru dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, terutama di tengah pesatnya perkembangan industri pertambangan dan hilirisasi di Maluku Utara.


Dalam sambutannya usai terpilih, Aswar Salim menegaskan komitmen organisasi untuk terus mengawal kepentingan buruh di Maluku Utara yang semakin kompleks.


“Maluku Utara saat ini berada di pusat pertumbuhan industri pertambangan dan hilirisasi nasional. Namun di balik pertumbuhan ekonomi tersebut, masih banyak tantangan yang dihadapi pekerja di lapangan,” ujar Aswar.


Ia menyebut sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian, di antaranya perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kepastian kerja di tengah maraknya sistem kontrak dan outsourcing, hingga penyesuaian upah yang dinilai harus sebanding dengan risiko pekerjaan.


Selain itu, kata dia, kesenjangan antara pekerja lokal dan tenaga kerja lainnya, serta pemenuhan hak-hak normatif serikat pekerja juga menjadi persoalan yang perlu segera dibenahi.


“Melalui momentum Musda I ini, FSP KEP SPSI Maluku Utara menegaskan bahwa kami bukan musuh investasi. Kami hadir sebagai mitra strategis yang kritis untuk memastikan hak-hak pekerja terlindungi dan kesejahteraan mereka menjadi prioritas utama. Industri harus maju, tetapi buruhnya juga harus sejahtera,” tegasnya.

(Nkess)