WEREINFO — WEDA | Perkara pencurian yang menimpa rumah Bendahara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Halmahera Tengah hingga kini masih menjadi perhatian publik. Dilansir dari Tipkor.id, Insiden hilangnya uang 400 juta tersebut terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 WIT, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.
Peristiwa itu diketahui setelah pemilik rumah kembali ke kediamannya dan menemukan kondisi rumah telah dimasuki orang tak dikenal. Bagian pintu rumah dilaporkan mengalami kerusakan, diduga akibat aksi pembobolan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Halmahera Tengah, AKP Bondan Manikotomo, membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (3/2/2026), AKP Bondan memastikan bahwa korban dalam peristiwa ini merupakan bendahara di Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah.
“Iya, Istri korban adalah bendahara di Dinas Kesehatan,” ujar AKP Bondan.
AKP Bondan menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, rumah dalam keadaan kosong saat kejadian. Istri korban sedang berada di kantor, sementara suami keluar rumah untuk menjemput anak sekitar pukul 10.00 WIT.
“Setelah kembali ke rumah, korban mendapati pintu sudah tidak terkunci dan terdapat kerusakan pada bagian lubang kunci,” ungkap AKP Bondan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada hari yang sama guna mengumpulkan petunjuk awal.
“Kami sudah melakukan olah TKP dan saat ini perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, saat dikonfirmasi mengenai status uang yang diduga hilang, AKP Bondan menegaskan bahwa uang tersebut bukan uang pribadi, melainkan uang milik kantor.
“Informasi dari korban uang yang hilang adalah uang kantor,” tegasnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Bendahara Dinas Kesehatan terus dilakukan. Namun hingga kini, yang bersangkutan belum memberikan keterangan secara detail. Saat ditemui, ia mengaku belum dapat melayani permintaan wawancara.
“Nanti saja, saya masih fokus menyiapkan dokumen untuk keperluan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” ujarnya singkat.
Hingga berita ini dipublikasikan, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi pencurian tersebut.
( Nkess )
Editor : Mr.c
