Breaking News

Bupati Halteng Jawab Pandangan Fraksi, Tegaskan Pembangunan Berbasis Falsafah Fagogoru


WEREINFO - Rapat Paripurna ke-7 masa sidang I DPRD Halmahera Tengah (Halteng) tahun 2025 menjadi forum penting bagi Bupati Halteng, Ikram M. Sangaji, untuk menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Dalam sambutannya, Bupati Ikram menekankan bahwa hubungan antara kepala daerah dan DPRD merupakan mitra sejajar yang memiliki tanggung jawab sama dalam memajukan daerah.
“Komunikasi yang terjalin, baik melalui mekanisme normatif maupun informal, bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi kesejahteraan rakyat,” ujarnya. Senin (8/9).

Ikram juga menegaskan bahwa masukan dari masing-masing fraksi menjadi paduan penting dalam menyempurnakan arah pembangunan. “Masukan fraksi-fraksi adalah motivasi bagi peningkatan kinerja birokrasi agar program perencanaan berjalan baik, benar, transparan, dan profesional,” katanya.

Jawaban atas Pandangan Fraksi DPRD
Fraksi PKB dan PAN
Bupati menjelaskan bahwa sektor perikanan tangkap dan pertanian lokal telah diintegrasikan dalam misi kedelapan RPJMD, yakni mendorong kemandirian daerah melalui swasembada pangan, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Untuk penanganan sampah, pemerintah telah menyiapkan instrumen kebijakan berupa surat edaran, Peraturan Bupati, serta integrasi dengan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN).
Terkait kesejahteraan, Pemda menggagas program Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai pilot project untuk memastikan bantuan sosial dan subsidi tersalurkan tepat sasaran.

Fraksi Golkar
Menanggapi catatan Fraksi Golkar, Ikram menegaskan bahwa visi-misi pembangunan berbasis falsafah Fagogoru akan menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan. “Transformasi nilai Fagogoru harus berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Ia juga memastikan RPJMD Halteng selaras dengan Asta Cita Presiden, mencakup ketahanan pangan, energi, transformasi ekonomi kerakyatan, peningkatan SDM di bidang kesehatan dan pendidikan, hingga pemerataan infrastruktur.

Fraksi NasDem
Bupati menyebut peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang masih didominasi sektor industri dan pertambangan telah dijawab dengan tiga prioritas kebijakan dalam RPJMD, yaitu:

1. Membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

2. Meningkatkan investasi, lapangan kerja, kewirausahaan, dan UMKM.

3. Mendorong kemandirian daerah melalui swasembada pangan, ekonomi kreatif, hijau, dan biru.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan instrumen regulasi untuk evaluasi pembangunan secara berkala, pengelolaan sampah, pembangunan Water Treatment Plant (WTP) berkapasitas 100 meter kubik per detik, dan pemerataan pembangunan sesuai visi IMS Adil 2025–2029.

Fraksi Gerakan Nurani Rakyat
Terkait pandangan Fraksi Gerakan Nurani Rakyat, Bupati menjelaskan bahwa dokumen RPJMD telah memuat skema kolaborasi lintas sektor. Untuk meningkatkan PAD, Pemda menyiapkan strategi optimalisasi pajak daerah dan retribusi, termasuk pajak hiburan, kafe, salon, dan spa.

Semua akan terintegrasi dengan aplikasi SAPA JANDA (Sistem Aplikasi Potensi Pajak Daerah) dan Mpos Mobile Point of Sale. Sementara itu, pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, bantuan sosial, serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) telah masuk dalam kerangka program lima tahun ke depan.

Fraksi PDI Perjuangan
Menjawab catatan PDI Perjuangan, Bupati menekankan pentingnya sinergi antarperangkat daerah untuk mewujudkan target pembangunan makro.

Beberapa indikator yang dicanangkan dalam RPJMD Halteng 2025–2029 antara lain; Penurunan angka kemiskinan dari 9,21% pada 2025 menjadi 3,21% di akhir periode. Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 72,84 menjadi 80,44. Peningkatan pendapatan per kapita setiap tahun. Penurunan rasio gini sebagai indikator menurunnya kesenjangan.

Menutup jawabannya, Bupati Ikram Sangaji menyampaikan apresiasi atas ide, gagasan, serta kritik membangun yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD. Ia kembali menegaskan bahwa seluruh arah pembangunan Halteng lima tahun ke depan berlandaskan pada falsafah Fagogoru.

“Semoga Allah SWT meridai segala ikhtiar kita untuk membangun Halmahera Tengah menuju masyarakat yang adil dan sejahtera,” tutupnya.

(M. Safri Yusuf)
Editor : Mr.c