WEREINFO — Jakarta, kamis (28/8) Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang tak pernah padam, Hall 5 dan 6 Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai, berubah menjadi panggung kolaborasi kewilayahan. Minggu ini, Apkasi Otonomi Expo: Trade, Tourism, Investment & Procurement acara tahunan bergengsi asosiasi pemerintah kabupaten se-Indonesia dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Di tengah deretan eksibisi dari seluruh provinsi, BUMN, dan perusahaan swasta, Halmahera Tengah tampil dengan pesan yang jelas: daerah kecil pun punya daya saing global.
Bupati Ikram Malan Sangadji hadir dengan semangat menggembirakan. ia menekankan bahwa pameran ini bukan sekadar keramaian tapi "momentum penting untuk mempertemukan produk lokal dan global yang unggul dari berbagai kabupaten di Indonesia."
“Melalui Apkasi ini, kita bukan hanya memperkenalkan potensi daerah, tapi juga membuka ruang bagi kolaborasi dan investasi nyata,” ujar Ikram, dengan nada percaya diri. “Pemerintah daerah hadir dengan produk lokal dan global, agar bisa dilihat oleh para stakeholder, terutama yang berada di Jakarta, dan dari situ muncul minat dalam bentuk investasi.”
Di sektor perikanan, Halmahera Tengah mempersembahkan jantung ekonominya: ikan tuna dan cakalang. Laut Halmahera, masuk dalam pola perikanan 715 yang meliputi wilayah Maluku, telah menjadi sumber utama hasil tangkapan pelagis kecil komoditas yang sejak akhir 2023 telah diekspor ke Vietnam.
“Tahun ini, Halmahera Tengah fokus menunjukkan tuna sebagai produk andalan,” ujarnya sambil menunjukkan tampilan pameran, “dan kami buka peluang kerja sama dengan para investor perikanan untuk pengembangan berkelanjutan."
Tetapi, yang membuat perbedaan bukan hanya hasil lautnya tapi ambisi pemerintah daerah untuk mengubah produk “mentah” jadi produk bernilai tambah. “Ekspo Apkasi 2025 harus menjadi titik awal hilirisasi perikanan dan perkebunan kami,” tegasnya. “Dengan hilirisasi, nilai tambahnya akan sangat besar terutama dalam perikanan yang sudah punya rekam jejak ekspor.”
Di sisi lain, perkebunan menjadi kartu utama ketika bicara diversifikasi ekonomi. Komoditas pala dan cengkeh lokal di Halmahera Tengah diakui sebagai salah satu yang terbaik di tanah air. Dengan manajemen yang baik, katanya, dua produk ini mampu bersaing di pasar ekspor bernilai tinggi bukan hanya sebagai bahan baku, tapi juga sebagai produk premium.
“Apa yang kami butuhkan bukan hanya pasar, tapi juga strategi kemitraan yang memperkuat rantai nilai,” tambahnya.
Menghadapi tantangan logistik dan transportasi yang mahal, pemerintah daerah tak tinggal diam. “Kami mencari alternatif agar ekspor perikanan tetap berkelanjutan,” ungkap Ikram, menegaskan bahwa sektor ini bukan hanya soal menangkap, tapi juga menjaga rantai pasok.
Dan di tengah semua itu, pintu baru sedang dibuka: Bandara Cekel, yang rencananya akan dikomersialkan ke depan. “Dengan ketersediaan akses udara, kami memiliki target baru: ekspor ke China,” ujarnya penuh keyakinan. “Pasaran China lebih terbuka. Berbeda dengan standar ketat Eropa yang sangat ketat, China membuka peluang besar bagi produk-produk berbasis laut seperti tuna dan cakalang.”
(Mr.Chulleyevo)
Editor : Mr.c