Breaking News

Generasi Fagogoru Harus Megawal ERA. Apakah Fagogoru Hanya Simbol?


Dilantiknya Drs. Edi Langkara, SH, MH dan Abd. Rahim Odeyani, SH,. MH. Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kab. Halmahera Tengah, memunculkan harapan baru kepada masyarakat Halteng. Dari pertama Bupati Halteng sampai dengan Bupati yang disematkan padanya sebagai bapak pembangunan Halmahera Tengah oleh masyarakat intelek, tetapi dianggap masih belum layak oleh sebagian besar kalangan. Hal ini bisa dimaklumi, dikarenakan agenda pembangunan perlahan dilaksanakan. Namun sekali lagi, mental korupsi, kolusi dan nepotisme yang masih melilit jiwa penyelenggara negara dari pusat hingga ke desa-desa belum menunjukkan kapan akan berakhir.

Bisa dikatakan demikian juga dengan ERA "Elang-Rahim" yang baru dilantik ini, sejauh mana Bupati dan Wakilnya yang disematkan oleh simpatisan mereka sebagai "simbol anak kampung" mampu membersih kan "semak belukar" dibelakang pemerintahan yang nantinya akan dijalankan, masih dapat di pertanyaakan. Mampukah individu-individu terdidik yang mewarnai pemerintahan baru ini, menjiwai frasa Fagogoru selama pemerintahan ERA berlangsung. Sebagaimana nilai-niali yang terkandung di dalam Falsafah Fagogoru. 

Budi re Bahasa diharapkan adanya laku dan tutur bahasa hangat mencerminkan persaudaraan yang terjaga, ketika melayani masyarakat Halmahera Tengah, terlebih kepada yang lebih tua. Sopan re Hormat merupakan aplikasi tindakan moral dari individu yang selalu dijaga, di mana pun, kapan pun agar menjadi wajah baru pemerintahan ERA. Mtet re Maymoi yang memiliki arti takut dan malu, menjadi warning tersendiri untuk individu-individu yang masuk mewarnai wajah baru ERA apabila melakukan kesalahan. karena bagi masyarakat Fagogoru rasa malu dan takut melakukan suatu kesalahan merupakan penghormatan atas martabat dan harga diri. Sehingga dengan kinerja pemerintahan yang mengedepankan frasa Fagogoru di harapkan bisa mendorong Kabupaten Halmahera Tengah menjadi Kabupaten maju serta mensejahterakan masyarakatnya yang dilandasi prinsip-prinsip budaya lokal.

Generasi kita dan selanjutnya sudah seharusnya mengawal pemerintahan ERA, sebab di pemerintahan inilah generasi fagogoru terkhususnya generasi Halmahera Tengah menggantungkan harapan dan pelajaran yang bisa di petik. Tidak tertutup kemungkinan kita akan kembali dicatat sebagai anak-anak kampung yang gagal, jika reformasi Spiritual, Intelektual dan Birokrasi tidak menjadi agenda paling mendasar setiap pemimpin. untuk itu penting memahami tujuan Tuhan menurunkan Alquran kepada Nabi penutup Muhammad SAW, pada malam 17 ramadhan 611 M di gua hira. Alquran memberi petunjuk akidah, syariah dan akhlak kepada manusia sebagai pengusaha, politikus, hakim, pengajar, kaum buruh, mahasiswa dan ketekunan lainnya yang dilakukan manusia di atas muka bumi ini. karena kemajuan yang dilandasi masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT, akan direalisasikan oleh individu-individu yang memahami tujuan, serta militansi mental dan moral dalam perjuangan.

Sebagai generasi muda kita harus berfikir positif dan punya harapan, kita masih potensial. Sumber daya alam negeri ini masih bisa menghidupkan generasi yang akan datang. diatas itu semua, kita punya Falsafah Fagogoru untuk di pertahankan, sebuah simbol yang tergambarkan secara lisan maupun tulisan untuk masa depan Halmahera Tenga yang lebih baik degan implementasi nilai-nilai luhur fagogoru demi menumbuhkan kesadaran kolektif agar menjadi mesin pejuang yang bekerja untuk negeri Halmahera Tengah menjadi "Negeri Impian". Inilah cita-cita yang membuat setiap kita masih layak hidup dan berkembang dengan selalu menempatkan Falsafah Fagogoru sebagai pegangan hidup yang wajib di jaga!! apa lagi sudah termanifestasi dalam spirit sebuah pemerintahan.

Penulis : Mr.chulleyevo
Manado, 22/12/17