Breaking News

Ketua PNU WERE: Evaluasi Total Dispora Halteng, Jangan Korbankan Atlet dan Prestasi Daerah

 

WEREINFO – Tobelo | Ketua PNU WERE, Saifull Somola, angkat bicara menanggapi berbagai keluhan yang disampaikan atlet dan official Kabupaten Halmahera Tengah yang tengah berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara di Kota Tobelo. Ia menilai berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan Porprov menjadi indikator bahwa keseriusan dan kualitas perencanaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Halmahera Tengah patut dipertanyakan.


Menurut Saifull, sangat disayangkan apabila di tengah besarnya harapan masyarakat terhadap kontingen Halteng, masih ditemukan official dan pendamping atlet yang harus mengeluarkan biaya pribadi untuk kebutuhan transportasi selama kompetisi berlangsung. Bahkan terdapat kondisi di mana official terpaksa naik turun bentor menggunakan uang sendiri untuk menjalankan tugas mendampingi atlet.


"Ini bukan sekadar persoalan teknis. Ini menyangkut penghargaan daerah terhadap perjuangan atlet dan official yang sedang membawa nama baik Halmahera Tengah. Jangan sampai mereka berjuang di arena pertandingan, tetapi harus memikirkan biaya operasional yang seharusnya menjadi tanggung jawab penyelenggaraan dan perencanaan yang matang," tegas Saifull.


Ia juga menyoroti kebijakan penetapan cabang olahraga unggulan yang dimasukkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Dispora. Menurutnya, penetapan tersebut terkesan keliru, tidak berbasis data, serta tidak mempertimbangkan rekam jejak pembinaan dan potensi riil yang dimiliki daerah. Saifull menilai terdapat sejumlah cabang olahraga yang selama ini memiliki komunitas aktif, struktur pembinaan yang jelas, serta rutinitas latihan yang konsisten, namun justru tidak mendapatkan perhatian sebagai cabang unggulan.


"Penetapan cabang olahraga unggulan tidak boleh asal-asalan. Harus berdasarkan prestasi, potensi medali, keberlanjutan pembinaan, dan kesiapan atlet. Sangat aneh ketika cabang yang komunitasnya kuat, pembinaannya berjalan bertahun-tahun, dan memiliki peluang prestasi justru tidak menjadi prioritas. Kita bicara tentang cabang seperti biliar, futsal, dan panjat tebing yang selama ini menunjukkan perkembangan positif dan memiliki atlet-atlet potensial," ujarnya.


Saifull menegaskan bahwa momentum Porprov harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola olahraga di Halmahera Tengah. Ia meminta Bupati Halmahera Tengah selaku Ketua KONI Halmahera Tengah untuk tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang terjadi dan segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.


"Kami menghormati seluruh upaya pemerintah daerah dalam mendukung olahraga. Namun penghormatan itu juga harus dibarengi dengan keberanian untuk mengevaluasi ketika ada kekeliruan. Bupati sebagai Ketua KONI memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan pembinaan olahraga berjalan profesional, tepat sasaran, dan berpihak pada atlet. Evaluasi terhadap kinerja Kadispora menjadi langkah yang penting agar ke depan tidak ada lagi atlet maupun official yang merasa diabaikan," tegasnya.


Meski menyampaikan kritik keras, Saifull menegaskan bahwa pihaknya tetap optimis Halmahera Tengah memiliki masa depan olahraga yang cerah. Dengan pembinaan yang tepat, penganggaran yang objektif, dan kebijakan yang berpijak pada prestasi, Halteng diyakini mampu menjadi salah satu kekuatan olahraga terbesar di Maluku Utara.


"Atlet-atlet kita punya semangat, talenta, dan daya juang yang luar biasa. Yang mereka butuhkan adalah dukungan yang serius dan kebijakan yang adil. Kritik ini bukan untuk menjatuhkan siapa pun, tetapi untuk memastikan olahraga Halmahera Tengah dikelola lebih baik. Kita ingin Halteng menjadi juara karena kerja keras dan perencanaan yang benar, bukan karena pencitraan atau keputusan yang tidak berdasarkan realitas di lapangan," tutup Saifull.

(Mr.C)