WEREINFO — Banemo, 16/5/2026 | Front Solidaritas Warga Banemo Melawan menggelar aksi damai keliling kampung pada Sabtu (16/4/2026) sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum untuk segera mengungkap kasus pembunuhan mantan Kepala Desa Bobane Jaya, Ustadz Ali Daud.
Aksi dimulai sekitar pukul 16.00 WIT dengan titik kumpul di Pasar Bobane Jaya. Puluhan pemuda yang tergabung dalam massa aksi membentangkan spanduk tuntutan menggunakan mobil komando.
Sekitar pukul 16.30 WIT, massa yang menggunakan mobil dan kendaraan roda dua bergerak menuju pertigaan Desa Bobane Remdi untuk mengatur barisan sebelum melanjutkan aksi damai.
Selanjutnya, massa bergerak menuju lapangan bola voli Desa Banemo sambil membawa spanduk berisi dua tuntutan utama, yakni meminta aparat segera mengungkap pelaku pembunuhan terhadap mantan Kepala Desa Bobane Jaya, Ustadz Ali Daud, yang terjadi pada 2 April 2026, serta mendesak penghentian teror dan pembunuhan di kawasan perkebunan Hutan Patani.
Pada pukul 17.00 WIT, massa melanjutkan konvoi mengelilingi kampung hingga tiba di Desa Bobane Indah. Aksi tersebut bertepatan dengan kegiatan Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XI tingkat Kabupaten Halmahera Tengah tahun 2026 yang dipusatkan di lapangan sepak bola Desa Banemo.
Di lokasi kegiatan MTQ, massa aksi turun dari mobil komando dan kembali membentangkan spanduk tuntutan di area tribun lapangan. Tidak lama kemudian, peserta kafilah MTQ asal Patani Barat turut menunjukkan solidaritas dengan membentangkan spanduk tuntutan di panggung utama usai agenda pembukaan kegiatan.
Koordinator Front Solidaritas Warga Banemo Melawan, Aslan Sarifudin, menegaskan bahwa aksi damai tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap situasi keamanan di wilayah Patani dan sekitarnya.
“Kami meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus pembunuhan ini serta menghentikan berbagai bentuk teror yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.
(Nkess)
