Breaking News

Dibuka Gubernur Sherly, Karya Bakti Skala Besar TNI AD 2026 Siap Percepat Pembangunan Halteng

 

WEREINFO — WEDA | Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, secara resmi membuka Kegiatan Karya Bakti Skala Besar TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 1512/Weda di Lapangan Pendopo Falcilno, Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Senin (1/6/2026).


Pembukaan kegiatan ditandai dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Gubernur Maluku Utara selaku Inspektur Upacara. Turut hadir Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Arif Budiman, Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji, Wakil Bupati Ahlan Djumadil, unsur Forkopimda, pejabat TNI-Polri, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan tamu undangan.


Dalam rangkaian kegiatan, Dandim 1512/Weda Letkol Inf Fahrozie Fanani menyampaikan laporan kesiapan pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar TA 2026 kepada Gubernur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan alat kerja secara simbolis kepada perwakilan peserta serta pernyataan resmi pembukaan program.


Dalam amanatnya, Gubernur Sherly menegaskan bahwa Karya Bakti TNI AD merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan fisik tetapi juga melalui penguatan semangat kebersamaan dan gotong royong.


“Yang sedang kita bangun bukan hanya jalan, tetapi jalan menuju masa depan. Yang sedang kita bangun bukan hanya jembatan, tetapi jembatan harapan antara kemajuan dan kesejahteraan,” ujar Sherly.


Menurutnya, TNI selama ini telah membuktikan perannya tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang selalu hadir saat daerah membutuhkan pembangunan maupun ketika terjadi bencana.


Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dalam mendukung pembangunan daerah.


“Pembangunan membutuhkan investasi, tetapi kemajuan membutuhkan persatuan. Ekonomi dapat tumbuh karena sumber daya alam, namun peradaban tumbuh karena gotong royong. Mari kita bekerja bersama membangun Maluku Utara yang lebih maju dan kuat,” katanya.


Pada kesempatan tersebut, Sherly menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TNI, mulai dari Pangdam XV/Pattimura, Danrem 152/Baabullah, para Dandim, Danramil hingga Babinsa yang selama ini aktif mendampingi masyarakat.


Ia juga optimistis sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh adat, masyarakat, dan pelaku usaha akan menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan di Maluku Utara.


“Maluku Utara tidak hanya akan menjadi daerah yang kaya, tetapi juga daerah yang kuat. Tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi juga contoh bagaimana kemajuan dibangun melalui persatuan, pengabdian, dan cinta kepada tanah air,” ungkapnya.


Sementara itu, Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji menyampaikan apresiasi kepada Kodam XV/Pattimura dan seluruh jajaran TNI atas pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar di wilayah Halmahera Tengah.


Menurutnya, program tersebut merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat serta bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan.


“Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah mendukung penuh program ini karena manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Ikram.


Usai upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial berupa 100 paket sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Maluku Utara didampingi Pangdam XV/Pattimura, Danrem 152/Baabullah, dan Bupati Halmahera Tengah.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah sasaran Karya Bakti Skala Besar TA 2026 yang akan dikerjakan di beberapa lokasi di Kabupaten Halmahera Tengah.


Melalui program ini, diharapkan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat serta mampu mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Halmahera Tengah maupun Maluku Utara secara umum.

(Nkess)