WEREINFO — HALMAHERA TENGAH | Di tengah duka yang sempat menyelimuti Desa Sibenpopo, Kabupaten Halmahera Tengah, sebuah pesan kuat tentang kepemimpinan kembali ditegaskan "pemerintah tidak boleh jauh dari rakyatnya". Momentum pemulihan sosial pascaperistiwa yang mengguncang desa tersebut memperlihatkan wajah kekompakan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah di bawah kepemimpinan IMS ADIL Bupati Ikram Sangadji, Wakil Bupati Ahlan Djumadil, bersama Sekretaris Daerah Bahri Sudirman.
Kehadiran pemerintah daerah di Sibenpopo bukan sekadar agenda administratif. Ia menjadi simbol empati negara terhadap masyarakatnya. Dalam berbagai kunjungan dan aktivitas pemulihan sosial, pemerintah menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kebijakan, tetapi tentang keberpihakan dan rasa kemanusiaan.
Sekda Halmahera Tengah, Bahri Sudirman, memikul mandat besar, setelah di percayakan sebagai ketua tim percepatan pebangunan rumah warga pasca konflik kemarin. Tidak hanya pemulihan fisik tetapi pemerintah berupaya merajut kembali mental dan psikis antar mayarakat yang terlibat konflik. "Fokus kami tidak hanya pembangunan rumah, tetapi bagaimana memulihkan kondisi sosial masyarakat sekaligus menghidupkan kembali nilai budaya lokal Fagogoru, falsafah hidup masyarakat Halmahera yang menjunjung persaudaraan, gotong royong, dan penghormatan antarsesama," ujar Bahri.
Upaya ini menjadi penting karena pemulihan pascakonflik tidak cukup dilakukan melalui pendekatan keamanan semata. Pemerintah memilih jalan rekonsiliasi sosial berbasis budaya, memperkuat kembali identitas kolektif masyarakat agar solidaritas tidak retak oleh peristiwa sesaat.
Di berbagai unggahan masyarakat di media sosial, terlihat bagaimana warga menyambut pemerintah dengan haru. Dialog terbuka, pelibatan tokoh adat, hingga pendekatan kekeluargaan menjadi strategi utama yang memperlihatkan bahwa pemerintah hadir sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri.
"Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati kami memiliki komitmen yang sama agar bagaimana, kehadiran pemerintah hari ini tidak hanya menunaikan tugas dan tanggungjawab jabatan. Tetapi karena rasa persaudaraan yang ada tong hadir. Karena mo bagimanapun juga satu desa dengan desa yang lain ini baku kenal samua, bahkan ada pertalian saudara juga. Oleh karena itu untuk menjalankan visi dan misi pemerinthan ini mencapai target, pembangian tugas pun telah dilakukan." Tutup Bahri Sudirman.
Bupati Ikram Sangadji dan Wakil Bupati Ahlan Djumadil dinilai mampu membangun pola kerja kolektif dalam birokrasi daerah. Tidak ada sekat antara pimpinan daerah dan aparatur pemerintahan. Sinergi antara kepala daerah dan Sekda menjadi motor utama percepatan penanganan sosial di Sibenpopo.
Kompak dalam visi, tegas dalam langkah, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. itulah gambaran yang muncul dari berbagai respons publik terhadap gerak cepat pemerintah daerah.
Model kepemimpinan ini memperlihatkan bahwa stabilitas daerah tidak hanya dibangun lewat pembangunan fisik, tetapi melalui rekonstruksi kepercayaan sosial masyarakat.
Reaktualisasi nilai Fagogoru menjadi pesan paling kuat dari proses pemulihan ini. Pemerintah berupaya mengingatkan kembali masyarakat bahwa persaudaraan adalah fondasi utama kehidupan sosial masyarakat Fagogoru.
Di tengah perubahan sosial akibat modernisasi dan arus industri, nilai lokal kembali diangkat sebagai perekat kebersamaan. Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah seakan ingin menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh memutus akar budaya masyarakatnya.
Sibenpopo kini bukan hanya cerita tentang luka, tetapi tentang bangkitnya solidaritas. Kehadiran IMS ADIL bersama Sekda Bahri Sudirman menunjukkan bahwa kepemimpinan daerah dapat menjadi ruang penyembuhan kolektif.
Di desa kecil itu, masyarakat melihat langsung bahwa pemerintah tidak sekadar memerintah dari kantor, tetapi berjalan bersama rakyat, mendengar, merangkul, dan memulihkan.
Sibenpopo hari ini menjadi refleksi: ketika pemerintah kompak, nilai budaya dihidupkan kembali, dan rakyat dilibatkan sebagai subjek pembangunan, maka harapan selalu menemukan jalannya.
Dari Sibenpopo, Halmahera Tengah belajar kembali arti persaudaraan.
(Nkess)
Editor : Mr.chulleyevo
