WEREINFO.COM — KABAR DESA | Dinamika demokrasi tingkat desa kembali bergulir. Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Were tahun ini menghadirkan kontestasi yang menarik sekaligus penuh semangat kebersamaan. Sebanyak empat putra-putri terbaik Desa Were resmi mengikuti pemilihan kepala desa dengan komitmen berkompetisi secara sehat, demokratis, dan menjunjung nilai kekeluargaan.
Keempat kandidat tersebut yakni:
Nomor Urut 1 — Mashuda Suud
Nomor Urut 2 — Abubakar MT Abdullah
Nomor Urut 3 — Pantie Hi. Ibrahim
Nomor Urut 4 — Zulkifli Hasan
Dari empat kandidat yang bertarung, ada warna baru dengan kemunculan sosok Mashuda Suud, satu-satunya kandidat perempuan yang berani tampil di tengah dominasi tiga kandidat pria. Kehadirannya dinilai membawa warna baru dalam perjalanan demokrasi Desa Were sekaligus menjadi simbol semakin terbukanya ruang kepemimpinan perempuan di tingkat desa.
Mengusung slogan “Perempuan Kuat, Desa Hebat”, Mashuda Suud menawarkan visi membangun Desa Were yang maju, rukun, dan sejahtera melalui kepemimpinan yang jujur, tegas, dan amanah.
Langkahnya maju sebagai calon kepala desa bukan sekadar kontestasi politik, tetapi juga representasi keberanian perempuan mengambil peran strategis dalam pembangunan desa. Di tengah tradisi kepemimpinan yang selama ini lebih banyak didominasi laki-laki, Mashuda hadir membawa pendekatan kepemimpinan yang inklusif, mengedepankan empati sosial, pelayanan publik yang adil, serta pembangunan berbasis kebersamaan masyarakat.
Melalui program kerja yang diusung, Mashuda menekankan pemerintahan desa yang bersih dan bertanggung jawab, berlandaskan nilai agama serta kepercayaan masyarakat. Pelayanan publik yang ramah dan tidak diskriminatif menjadi prioritas utama agar seluruh warga merasakan kehadiran pemerintah desa secara nyata.
Ia juga berkomitmen memperkuat peran perempuan dan keluarga sebagai fondasi pembangunan sosial desa. Di sektor ekonomi, peningkatan pendapatan masyarakat menjadi fokus melalui penguatan UMKM, pertanian, serta pengelolaan potensi lokal desa secara berkelanjutan.
Perhatian terhadap generasi muda turut menjadi agenda penting dengan mendorong kegiatan positif dan keagamaan guna membangun pemuda desa yang produktif dan berkarakter. Sementara itu, prinsip musyawarah dan gotong royong akan menjadi landasan dalam setiap pengambilan kebijakan, disertai komitmen menjaga kerukunan, adat istiadat, serta keamanan lingkungan Desa Were.
Dalam keterangannya kepada WEREINFO.COM, Mashuda Suud menegaskan bahwa keputusannya maju sebagai calon kepala desa merupakan bentuk panggilan pengabdian kepada masyarakat. Ia menilai desa membutuhkan pemimpin yang mampu hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar pengambil keputusan.
Menurutnya, kemajuan Desa Were hanya dapat diwujudkan melalui kepemimpinan yang jujur, terbuka, dan bekerja bersama rakyat. “Saya ingin menghadirkan pemerintahan desa yang mendengar suara masyarakat, merangkul semua golongan, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan warga,” ungkapnya.
Mashuda juga menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan membawa pendekatan yang lebih humanis dan kolaboratif. Ia berkomitmen memperkuat ekonomi keluarga melalui UMKM dan pertanian, memberdayakan perempuan serta generasi muda, sekaligus menjaga budaya musyawarah sebagai identitas masyarakat desa. “Desa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat, pelayanan yang adil, dan keputusan yang diambil bersama masyarakat. Kepemimpinan bukan tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang paling siap melayani,” tegasnya.
Pilkades Desa Were tahun ini tidak hanya menjadi ajang memilih pemimpin, tetapi juga mencerminkan kematangan demokrasi masyarakat desa. Kehadiran kandidat perempuan di tengah kompetisi yang didominasi laki-laki menjadi penanda bahwa kesetaraan gender semakin menemukan ruangnya dalam politik lokal.
Masyarakat Desa Were diharapkan dapat menggunakan hak pilih secara bijak, menjaga persatuan, serta menjadikan Pilkades sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial demi masa depan desa yang lebih maju, rukun, dan sejahtera.
(Nkess)
Editor : Mr.c
