Breaking News

Nomor Urut 3, Pantie Hi. Ibrahim Siap Bawa Transformasi Desa Were

 

WEREINFO — Were, KABAR DESA |  Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Were Tahun 2026 semakin dinamis. Salah satu figur yang resmi maju sebagai calon kepala desa adalah Pantie Hi. Ibrahim, yang mendapatkan nomor urut 3 dalam penetapan calon oleh panitia pemilihan desa.


Kehadiran Pantie Hi. Ibrahim membawa gagasan pembangunan desa berbasis transformasi tata kelola, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pelestarian identitas budaya lokal. Melalui visi besar yang diusungnya, ia menempatkan Desa Were sebagai aktor utama pembangunan di tengah perkembangan kawasan industri Halmahera Tengah.


Dalam dokumen visi-misinya, Pantie Hi. Ibrahim mengusung visi “Mewujudkan Desa Were yang Mandiri, Berbudaya, dan Inklusif Menuju Transformasi Ekonomi Berkelanjutan.”


Menurutnya, Desa Were tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan industri yang pesat, melainkan harus mampu berdiri sebagai desa yang mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan nilai adat, budaya, dan falsafah hidup masyarakat lokal.


Visi tersebut menekankan keseimbangan antara kemajuan pembangunan dan pelestarian identitas masyarakat Were yang berakar pada nilai Ngaku Rasai, Budi Bahasa, Sopon Re Hormat, serta falsafah Fagogoru.


Lima Misi Strategis “Gawenek Were”

Untuk mewujudkan visi tersebut, Pantie Hi. Ibrahim merumuskan lima misi pembangunan desa yang dikenal dengan semboyan “Gawenek Were”, yakni:


1. Transformasi Pelayanan dan Tata Kelola Desa

Ia berkomitmen melakukan digitalisasi administrasi desa guna mempercepat pelayanan publik serta meningkatkan transparansi pemerintahan. Pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa juga akan dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas.


2. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Program ekonomi difokuskan pada optimalisasi BUMDes dan koperasi sebagai penggerak ekonomi lokal. Desa diarahkan menjadi mitra strategis perusahaan di sekitar kawasan Weda melalui penyediaan jasa logistik, kebersihan, hingga sektor usaha masyarakat.


Selain itu, penguatan ketahanan pangan lokal melalui sektor perikanan dan pertanian menjadi prioritas untuk menjawab meningkatnya kebutuhan pangan akibat pertumbuhan industri.


3. Penataan Lingkungan dan Infrastruktur

Pantie Hi. Ibrahim menaruh perhatian pada persoalan lingkungan desa, terutama sistem drainase, pengelolaan sampah modern, serta revitalisasi fasilitas publik dan ruang terbuka hijau sebagai pusat aktivitas sosial masyarakat.


4. Peningkatan Sosial dan Pendidikan SDM

Pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus utama melalui program beasiswa, pelatihan keterampilan, serta sertifikasi bagi pemuda agar mampu bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha. Ia juga mendorong penguatan layanan kesehatan masyarakat melalui Posyandu dan upaya pencegahan stunting.


5. Pelestarian Budaya dan Identitas Lokal

Dalam bidang budaya, pembangunan desa diarahkan tetap berakar pada nilai adat istiadat. Were diharapkan menjadi pusat pelestarian budaya Weda melalui festival seni, penguatan lembaga adat, serta internalisasi nilai Fagogoru dalam kehidupan sosial masyarakat.


Pantie Hi. Ibrahim menyampaikan bahwa pencalonannya bukan sekadar kompetisi politik desa, melainkan panggilan untuk memastikan masyarakat Were memperoleh manfaat nyata dari perubahan ekonomi yang terjadi di Halmahera Tengah.


"Awalnya saya secara pribadi tidak ada niatan untuk maju calon. Tapi karena ada dorongan dari beberapa tetua, dan saya juga melihat kondisi kampung hari ini. Maka saya bulatkan tekat untuk berikthiar dalam pencalonan kepada Desa Were", ujar Pantie kepada media ini.


Ia menegaskan pembangunan desa harus berangkat dari kebutuhan masyarakat, memperkuat persatuan sosial, serta membuka peluang ekonomi yang adil bagi seluruh warga.


Dengan nomor urut 3, Pantie Hi. Ibrahim berharap masyarakat dapat menilai gagasan dan program yang ditawarkan sebagai arah baru pembangunan Desa Were menuju masa depan yang mandiri, maju, dan tetap berbudaya.

(Nkess)

Editor : Mr.c