WEREINFO — Weda, 4 April 2026 | Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, Junaidi Alting, merespons konflik yang terjadi antara dua desa di wilayah Halmahera Tengah pada Jumat (3/4/2026). Ia mengajak seluruh pihak untuk menahan diri serta mengedepankan penyelesaian damai.
Junaidi menyampaikan keprihatinannya atas situasi tersebut, mengingat kedua desa, yakni Sibenpopo dan Banimo, memiliki sejarah panjang hidup berdampingan dalam kebersamaan.
“Hari ini, hati kami bergetar menyaksikan apa yang terjadi di antara kita. Dua desa yang sejak dahulu kala hidup berdampingan, berbagi sumber kehidupan yang sama, dan berada di bawah langit Halmahera Tengah yang sama, kini terpecah oleh konflik,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, konflik yang terjadi tidak terlepas dari adanya perasaan yang terluka dan emosi yang memuncak di tengah masyarakat. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kekerasan bukanlah solusi untuk menyelesaikan persoalan.
“Kami memahami ada perasaan yang terluka dan kepentingan yang ingin diperjuangkan. Namun, kita semua berasal dari tanah leluhur yang sama. Darah yang mengalir di tubuh kita sama, dan persaudaraan harus tetap dijaga,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa konflik hanya akan membawa dampak buruk bagi semua pihak, baik dari sisi sosial maupun masa depan generasi mendatang.
“Konflik tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Yang ada justru melahirkan luka, duka, dan kehancuran. Permusuhan hanya akan merusak masa depan anak cucu kita dan memutus tali persaudaraan yang telah terjalin sejak lama,” tambahnya.
Terkait pemicu konflik, Junaidi meminta masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan kepada aparat penegak hukum dan pemerintah daerah agar dapat ditangani secara objektif dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kita percayakan persoalan ini kepada aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk mengusut secara tuntas Pelaku penyebab konflik. Pada saat yang sama, kita semua punya tanggung jawab untuk mengawal proses ini agar berjalan adil, transparan, dan memberikan kepastian hukum,” ujarnya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta pemerintah daerah untuk bersama-sama menenangkan situasi dan membuka ruang dialog demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di Halmahera Tengah.
(Nkess)
