Kampung Tua Desa Were di Kecamatan Weda bukan sekadar wilayah administratif di Halmahera Tengah. Ia adalah ruang sejarah yang menyimpan warisan sosial, budaya, dan spiritual yang telah hidup jauh sebelum konsep pembangunan modern dikenal masyarakat hari ini. Desa ini tumbuh dari nilai kebersamaan, bukan hanya dari batas geografisnya.
Karena itu, membangun Desa Were tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik. Masa depan desa sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan yang mampu memahami identitas masyarakatnya.
Seorang Kepala Desa Were dituntut melampaui peran administratif semata. Ia harus menghadirkan kepemimpinan dalam dua dimensi utama Imamahdan Muamalat.
Dalam perspektif Imamah, pemimpin desa berfungsi sebagai penjaga harmoni sosial dan moral masyarakat. Kepemimpinan bukan sekadar kewenangan, tetapi amanah. Seorang pemimpin harus menjadi teladan akhlak, menghadirkan keadilan, serta mampu meredam konflik yang berpotensi memecah kebersamaan warga. Sebab desa yang kehilangan persatuan akan sulit membangun masa depan yang kokoh.
Sementara itu, dimensi Muamalat menempatkan kepala desa sebagai penggerak kesejahteraan sosial-ekonomi. Transparansi pengelolaan anggaran, pelayanan publik yang adil, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat luas menjadi ukuran nyata kepemimpinan. Pembangunan yang baik bukan hanya terlihat dari proyek, tetapi dari meningkatnya rasa percaya masyarakat kepada pemimpinnya.
Nilai-nilai tersebut sejatinya telah lama hidup dalam falsafah Fagogoru, kearifan lokal Halmahera Tengah yang menekankan persaudaraan, solidaritas, dan saling menghormati. Fagogoru mengajarkan bahwa masyarakat adalah satu keluarga besar yang tidak boleh tercerai oleh kepentingan sesaat.
Di tengah perubahan zaman dan dinamika sosial yang semakin kompleks, tantangan terbesar Desa Were bukan hanya pembangunan ekonomi, tetapi menjaga persatuan masyarakat. Perbedaan pandangan adalah hal wajar, namun perpecahan bukanlah pilihan.
Kepala Desa harus hadir sebagai perekat sosial, merangkul semua kelompok, membuka ruang musyawarah, dan memastikan setiap warga merasa menjadi bagian dari perjalanan desa.
Pada akhirnya, kekuatan Desa Were tidak terletak pada siapa yang memimpin, tetapi pada kemampuan masyarakatnya menjaga kebersamaan. Ketika nilai Imamah menjaga arah moral, Muamalat memperkuat kesejahteraan, dan Fagogoru menjadi jiwa persaudaraan, maka Desa Were akan tetap berdiri sebagai kampung tua yang bermartabat dan bersatu.
Sebab pembangunan terbaik bukan hanya membangun desa, tetapi merawat persatuan di dalamnya.
Pnu Were, 06 April 2026
Oleh : Mr. Chulleyevo
