WEREINFO — Patani Utara | Kegiatan Tausiyah Hijau: Bedah Visi Calon Kepala Desa tentang Komitmen Pengelolaan Sampah berlangsung santai dan penuh suasana kekerabatan di Biblel Coffe, Desa Tepeleo Batu Dua, Rabu malam (25/3/26).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas Biblel dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Tepeleo Jabodetabek ini menghadirkan para calon kepala desa dari tiga wilayah, yakni Desa Tepeleo, Desa Tepeleo Batu Dua, dan Desa Pantura Jaya.
Koordinator Biblel, Fikra Majid, menjelaskan bahwa Tausiyah Hijau merupakan proyek yang sebenarnya telah diluncurkan sejak bulan Ramadan. Namun, karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat seperti hujan dan petir, kegiatan diskusi kemudian dijadwalkan ulang setelah Lebaran. Meski demikian, suasana Ramadan masih terasa dalam diskusi yang berlangsung hangat dan penuh kekerabatan tersebut.
Adapun calon kepala desa yang hadir dari Desa Tepeleo yakni Nirwan Salim, Djohan Hi. Jumati, Bahri Hi. Ahmad, dan Hi. Hasyim Sandin. Dari Desa Pantura Jaya hadir Mursalin Hamid, Iksan Ishak, dan Habibi Muhammad. Sementara dari Desa Tepeleo Batu Dua hadir Waggas Hi. Muhammad dan Hi. Jamrud A. Rahman.
Diskusi dipandu oleh moderator Melisa Sondak dengan dua sesi. Pada sesi pertama, moderator mengajukan pertanyaan yang telah disiapkan panitia kepada seluruh calon kepala desa dengan durasi empat menit untuk setiap jawaban.
Selanjutnya pada sesi kedua, forum dibuka untuk peserta. Sebanyak 10 peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung kepada calon kepala desa dengan berbagai sudut pandang dan isu yang berbeda. Warga dari tiga desa yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya diskusi dan aktif menyampaikan pertanyaan.
Dalam diskusi tersebut, para calon kepala desa sepakat bahwa apabila terpilih nanti, mereka siap menindaklanjuti rekomendasi hasil diskusi bersama terkait pengelolaan sampah di wilayah masing‑masing. Rekomendasi tersebut mencakup penentuan lokasi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), penetapan Hari Jumat sebagai gerakan 20 menit pungut dan setor sampah plastik, pelaksanaan program satu rumah satu Biblel atau tong sampah, serta pembuatan Peraturan Desa (Perdes) tentang pengelolaan sampah.
Para calon kepala desa bahkan menyatakan siap untuk ditagih komitmennya setelah terpilih nanti.
Melalui kegiatan Tausiyah Hijau, kami berharap komitmen pengelolaan sampah dapat menjadi agenda prioritas pembangunan desa serta menjadi gerakan bersama masyarakat menuju lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
(Nkess)
