WEREINFO — Jakarta, 12\03\26 | Bupati Kabupaten Halmahera Tengah menghadiri kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah terkait layanan jasa suretyship. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Kantor Jamkrindo, Jakarta Pusat, Kamis (12/03/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem penjaminan bagi kontraktor maupun pihak ketiga yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, di antaranya Kepala Bagian Hukum dan Organisasi, Kepala Bagian Humas dan Protokoler, serta Kepala Bagian Umum. Dari pihak Jamkrindo hadir Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Abdul Bari, Direktur Keuangan dan Investasi merangkap Plt Direktur Bisnis Penjaminan Alia Nur Fitri, Wakil Pemimpin Wilayah Makassar Robby Julandri, serta Pemimpin Cabang Jamkrindo Ternate Dian Rita Ering.
Dalam sambutannya, Bupati Halmahera Tengah menyampaikan bahwa daerah yang dipimpinnya memiliki kapasitas fiskal yang cukup kuat. Pada tahun anggaran 2026, APBD Halmahera Tengah mencapai sekitar Rp2,5 triliun untuk melayani kurang lebih 196 ribu jiwa penduduk.
Menurut Bupati, sekitar 35 persen masyarakat di Halmahera Tengah bekerja di sektor pertambangan dan hilirisasi industri, sementara sekitar 65 persen merupakan penduduk asli yang memiliki KTP dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) daerah tersebut. Selain itu, terdapat pula penduduk pendatang yang memiliki KTP Halmahera Tengah namun sewaktu-waktu dapat kembali ke daerah asalnya.
Ia menjelaskan bahwa ketika mulai memimpin Halmahera Tengah, kapasitas fiskal daerah yang besar belum sepenuhnya diimbangi dengan kapasitas kelembagaan pemerintah dalam mengelola berbagai program pembangunan.
“Walaupun kita mendapatkan dana transfer dari pusat melalui TKD, dalam pelaksanaannya pemerintah daerah tetap membutuhkan pihak ketiga melalui mekanisme lelang untuk menjalankan berbagai pekerjaan pembangunan. Setelah pekerjaan selesai, tentu akan melalui berbagai proses audit, baik dari BPK, inspektorat, maupun audit internal dan eksternal yang menghasilkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP),” ujar Bupati.
Menurutnya, tidak semua pihak ketiga memahami secara baik mekanisme tersebut. Karena itu, kehadiran Jamkrindo melalui layanan penjaminan dinilai dapat menjadi solusi dalam memberikan kepastian serta perlindungan apabila terjadi persoalan terkait kewajiban maupun temuan dalam proses audit.
Bupati juga menyampaikan bahwa setelah Hari Raya Idul Fitri nanti, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah akan melakukan sosialisasi kepada perusahaan maupun kontraktor yang bekerja sama dengan pemerintah daerah agar kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti dalam pengelolaan pembiayaan proyek pembangunan.
Ia juga berharap jajaran pimpinan Jamkrindo dapat berkunjung langsung ke Provinsi Maluku Utara untuk memperluas pemahaman mengenai layanan penjaminan tersebut.
“Saya berharap Bapak Direktur dapat hadir di Maluku Utara, karena bukan hanya Halmahera Tengah yang membutuhkan. Jika memungkinkan, kita bisa mengundang seluruh kabupaten di Maluku Utara agar mereka juga memahami manfaat dari kerja sama ini,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Investasi merangkap Plt Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo, Alia Nur Fitri, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari dukungan Jamkrindo terhadap pembangunan daerah.
“Kami meyakini perjanjian kerja sama ini merupakan bagian dari upaya mendorong pembangunan daerah, meningkatkan kapasitas, serta memperkuat daya saing di Kabupaten Halmahera Tengah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks sehingga dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan berbagai pihak, termasuk lembaga penjaminan seperti Jamkrindo.
Melalui kerja sama ini, Jamkrindo berharap dapat memberikan layanan terbaik serta berkontribusi secara nyata dalam mendukung pembangunan di Halmahera Tengah, tidak hanya dari aspek ekonomi tetapi juga memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan keberlanjutan jangka panjang.
“Kami percaya Kabupaten Halmahera Tengah memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi sumber daya alam, budaya, maupun kekuatan sosial masyarakatnya. Dengan kolaborasi yang baik, potensi tersebut dapat dikembangkan secara optimal untuk mendukung kemajuan daerah,” tutupnya.
(Nkess)
Editor : Mr.c
