Temui Mahasiswa di Yogyakarta, Wabup Dan Sekda Halteng Tegaskan Benahi Tata Kelola Beasiswa
WEREINFO — YOGYAKARTA | Wakil Bupati Halmahera Tengah didampingi Sekretaris Daerah serta Kepala Bagian Organisasi Setda Halteng mengunjungi Asrama Mahasiswa Halmahera Tengah di Yogyakarta, Rabu (4/2/2026). Kunjungan ini dihadiri seluruh mahasiswa asal Halmahera Tengah yang tengah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Kota Pelajar.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan salam dan perhatian langsung dari Bupati Halmahera Tengah kepada seluruh mahasiswa. Ia mengimbau agar mahasiswa senantiasa menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan asrama, serta mampu membawa diri dengan baik sebagai representasi masyarakat Halmahera Tengah di Yogyakarta.
Wakil Bupati juga menyinggung program beasiswa Pemerintah Daerah Halmahera Tengah. Ia menegaskan pentingnya kelengkapan administrasi agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, serta mendorong komunikasi sejak dini jika terdapat kendala teknis.
“Pembiayaan pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah daerah. Tugas adik-adik cukup fokus belajar. Jika ada yang belum dipahami, segera koordinasikan. Kami akan terus meningkatkan pelayanan, khususnya terkait beasiswa,” ujar Wakil Bupati.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Halmahera Tengah menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan arahan langsung dari Bupati dan dilakukan dalam kapasitas resmi Pemerintah Daerah Halmahera Tengah. Ia memastikan bahwa selama prosedur dipenuhi, program beasiswa tidak mengalami hambatan.
Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman atas penerimaan mahasiswa Halmahera Tengah, serta mengimbau mahasiswa untuk tetap menghormati adat dan kebiasaan masyarakat setempat.
“Berbagai kritik dan masukan dari mahasiswa menjadi bahan evaluasi kami, khususnya terhadap kinerja SKPD yang melayani adik-adik mahasiswa,” katanya.
Ia menambahkan, Pemda Halteng kini lebih teliti dalam proses verifikasi penerima beasiswa agar benar-benar berasal dari Halmahera Tengah. Ke depan, pemerintah berkomitmen memperbaiki seluruh kekurangan dalam tata kelola beasiswa.
Kepala Bagian Organisasi Setda Halteng menjelaskan bahwa pencairan beasiswa dilakukan melalui tahapan verifikasi sebelum diproses oleh Badan Keuangan Daerah. Pembayaran melalui Bank Maluku relatif lebih cepat, sementara bank lain dapat memakan waktu hingga tiga hari atau lebih.
Ia juga mengungkapkan bahwa kendala pada tahun 2025 disebabkan keterbatasan anggaran, namun pada tahun 2026 anggaran beasiswa telah ditingkatkan. Selain itu, pemerintah daerah berencana menyiapkan aplikasi khusus agar mahasiswa dapat memantau status beasiswa secara detail.
Setiap mahasiswa juga diwajibkan mengajukan permohonan hibah yang ditujukan kepada Bupati sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Bupati menegaskan tidak ingin lagi mendengar keluhan terkait pembayaran beasiswa di tahun ini,” tegasnya.
Perwakilan mahasiswa menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Bupati, Sekda, dan Kabag Organisasi. Mereka menilai kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian serius Pemda Halteng terhadap pengembangan sumber daya manusia.
Terkait beasiswa, mahasiswa menjelaskan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya terdapat perbedaan data penerima yang dinilai sebagai persoalan teknis. Mereka juga mengungkapkan kendala pembayaran di beberapa kampus yang menggunakan sistem virtual account dengan batas waktu pembayaran yang singkat.
Mahasiswa berharap Pemda Halteng dapat menjalin kerja sama langsung dengan pihak perguruan tinggi guna mempermudah proses pembayaran dan verifikasi.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati menyampaikan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi akan dilakukan secara bertahap. Ia juga mengimbau ketua mahasiswa Halmahera Tengah di Yogyakarta agar berperan aktif mengoordinasikan setiap permasalahan pembayaran dan segera melaporkannya ke Bagian Organisasi.
Wakil Bupati mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelayanan sebelumnya, namun memastikan seluruh kendala akan dibenahi. Pembayaran beasiswa yang tertunda pada tahun 2025 dan awal 2026 saat ini telah diproses oleh bagian keuangan.
Ia juga menegaskan keterbukaan dirinya dan Sekda untuk dihubungi langsung oleh mahasiswa melalui WhatsApp terkait persoalan beasiswa maupun kondisi asrama.
“Terkait asrama, silakan sampaikan apa saja yang perlu dibenahi. Nanti akan kami koordinasikan kembali,” tambahnya.
Di akhir pertemuan, Sekda Halteng kembali menyampaikan terima kasih atas seluruh masukan, saran, dan kritik dari mahasiswa. Ia mengimbau agar komunikasi dan koordinasi terus diperkuat.
“Keterlambatan pembayaran bukan karena kesengajaan, melainkan kendala sistem seperti jaringan SIPD. Jika sistem normal, pencairan tidak ada masalah. Karena itu, sekecil apa pun kendala agar segera disampaikan untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.
( Nkess )
Editor : Mr.c

0 Komentar