WEREINFO — Halmahera Tengah | Pemadaman listrik yang terus berulang sejak Januari hingga awal Februari 2026 dikeluhkan warga di Kecamatan Weda Utara, Weda Timur dan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah. Kondisi ini dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, pelaku usaha, hingga layanan publik, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.
Ketua Pemuda Desa Messa, Hasrin Rahman, menyebut pemadaman terjadi hampir setiap hari dan kerap tidak sesuai dengan jadwal yang disampaikan oleh pihak PLN.
“Informasi pemadaman sering tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Listrik padam di luar jadwal dan durasinya lebih lama,” katanya melalui keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
Akibat pemadaman tersebut, warga terpaksa mengandalkan generator set (genset) yang membutuhkan biaya bahan bakar cukup besar. Menurut Hasrin, penggunaan genset bukan solusi jangka panjang dan justru menambah beban ekonomi masyarakat.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, khususnya Bupati Ikram Malan Sangadji, agar segera mengambil langkah konkret untuk menormalkan pasokan listrik di Wilayah lingkar Tambang.
Ia menilai peran pemerintah daerah sangat krusial dalam mengatasi krisis ini, mulai dari optimalisasi kebijakan energi hingga koordinasi intensif dengan pihak PLN.
“Kami melihat di atas kertas daerah ini seolah berhasil, tapi realitas di lapangan menunjukkan warga masih hidup dalam krisis listrik akibat pemadaman yang terus berulang,” ungkap Hasrin.
Selain itu, Hasrin meminta PLN Weda agar lebih transparan dan proaktif dalam menyampaikan informasi pemadaman secara cepat, akurat, dan terupdate kepada masyarakat.
“Warga butuh kepastian dan kejelasan, bukan informasi yang berubah-ubah,” tegasnya.
( Nkess )
Editor : Mr.c
